[Old Posting] Semua orang bisa ke Bromo

Catatan penulis :

Tulisan ini dibuat pada Agustus 22, 2007. Sekitar 5 1/2 tahun yang lalu dimana Bromo belum begitu ‘terjamah’ oleh para turis lokal. Kira-kira sama halnya dengan saat ini 2012/2013 ketika orang mulai terpesona dengan Raja Ampat, Papua.

Dari tulisan ini tertangkap kalo saya saat itu berusaha menulis dengan cepat dan cenderung hanya memberi informasi nama lokasi-lokasi yang kami kunjungi karena derasnya permintaan informasi dari sesama rekan fotografer yang kepingin hunting foto disana.

—————————————————————————————————————-

Ksatria Bromo

Ksatria Bromo

1st Day ( Jakarta – Surabaya – Bromo )

Jakarta – Surabaya ( Pilih penerbangan malam kira2 Jam 10-11 Malam tiba di Surabaya ). Tiba di SBY sebelum melanjutkan perjalanan mampir ke RAWON SETAN yang buka sampai jauh malam (Tutup jam 3 pagi) Lumayan untuk mengganjal perut dengan makanan local yang khas.
Surabaya – Bromo by Rent Car, Pesan sejak masih di Jakarta, supaya dapat langsung dijemput di Bandara, perkiraan biaya sewa mobil ke Bromo Rp. 400-500rb/hari Include Driver & BBM exclude Makan & inap Supir.
Tengah malam langsung lanjutkan perjalanan ke Bromo ( Butuh waktu kira-kira 3-4 Jam ) dari SBY or di dalam mobil saat perjalanan, persiapkan tubuh dengan baju hangat. Usahakan tidur karena saat tiba, jadwal ke spot foto sudah menanti.
Perkiraan tiba di Bromo ( Cemoro Lawang ) subuh/ dini hari, Istirahat sejenak di Rumah Tour Guide (Mas Fadly, PM me for His Private number [edit : I lost his number] ), titip tas/menambah baju hangat/ke toilet/dll

PANANJAKAN
Jam 4-4.30am
Lanjutkan perjalanan dengan Jeep ( Order via Mas Fadly, rata-rata sekali perjalanan by Jeep Rp. 30-50rb/orang ) ke Pananjakan yang butuh waktu kira-kira 15-20menit perjalanan. Bisa pesan minuman untuk menemani acara foto tp lbh baik menahan diri dan sarapan ( Gorengan/ Mie instant/ Kopi Jahe, Milo, etc ) di warung dekat sana setelah sesi foto berakhir. Di warung-warung tsb juga banyak dijual sarung tangan ( Rp.5rb ) & syal ( Rp.15rb ) tinggal pilih. Pananjakan adalah spot paling ramai, pintar-pintarlah memposisikan diri di lokasi yg tepat untuk mengabadikan moment sunrise agat lensa tak terhalang manusia yg berjubelan, Ingat juga… udara sangat dingin apalagi jika di barengi dgn angin yg berhembus, brrrr….

Explore-lah area ini demi angle yg menarik kearah matahari terbit atau kearah Para Gunung berdiri dengan kokoh, hati2 jangan kebawa nafsu karena lokasi yg curam. Foto yg luar biasa bagus rasanya tidak sepadan nilainya jika di tukar dengan keselamatan diri kita.

Jangan kuatir, di dekat warung juga ada WC Umum, sekali pakai di patok harga Rp. 2rb dengan kondisi WC yg bolong2 dindingnya :)  tp airnya bersih dan dinginnnn…

Saat turun dari Jeep menuju spot foto, jalanlah dengan perlahan-lahan. Kondisi jalan yg menanjak dan udara yg tipis, membuat kita kesulitan menyetok oksigen dalam paru alias cepat ngos2an, santai aja… tutup tubuh dgn jaket tebal, topi untuk melindungi telinga dan kepala serta syal untuk hidung. Telinga dan Hidung sangat rentan dgn dingin yg tiba2, hidung pasti meler dgn sendirinya.

Siap2 terpukau dengan KEBESARAN TUHAN di spot ini, jika kesulitan ambil foto or mati gaya, nikmati saja pemandangan yg ada, awan-awan yg menggumpal dan sejajar dgn kita merupakan pemadangan yg tidak biasa, kokohnya Gunung Semeru yg sesekali batuk , Gn. Batok dan Bromo yg kawahnya berasap serta nun jauh dibawah sana Padang Pasir dan Temple yg tampak kecil apalagi jeep2 yg lalu lalang mengantar pulang para turis, tampak seperti mobil2an, bahkan lbh kecil!

Jika tidak diburu waktu, bertahanlah dilokasi ini hingga pukul 7an, karena lokasi sudah sepi, langit jika bersih kita dpt lebih leluasa mengambil gambar, Jam 7an biasanya matahari sudah terik, foto dgn kamera IR di jam ini adalah ‘surga’.

PADANG PASIR

Pulang dari Pananjakan menuju Hotel kita bisa mampir dulu di Padang Pasir di bawah kaki Gunung yang juga ada Temple-nya, Jam 8 pagi begitu banyak penjual makanan, coba saja Nasinya Lumayan banget kok rasanya, Temple dapat dijadikan Objek foto. Lokasi ini di hari pertama tentative saja, karena hari  berikutnya spot ini kami jadikan spot awal, sehingga mendapat stock Sunrise di Lokasi yg berbeda, karena masih pagi area ini akan ramai dgn pengunjung dan penyewa Kuda, jika dtg setelah ke Pananjakan maka lokasi ini sudah sepi. Kita bs lebih leluasa memotret Temple dgn langit biru yg cerah jika beruntung.

Menjelang siang ada baiknya kembali ke Hotel, karena Hotel belum dpt check in sebelum jam 3 sore, maka rumah Sang Guide (Mas Fadly) kembali menjadi rumah singgah, TIDUR adalah kegiatan yang pas di hari 1, why? krn dr kmrn kita hampir tidak tidur, menjelang jam 1-2 bangun dan mencari makan siang di sekitar Hotel baru kemudian Check In Hotel. di Hotelpun ada baiknya hanya meletakan tas dan kemudian kembali bergerak, tidak ingin menyia-yiakan kesempatan motret hanya dgn tidur2an kan? sedang di Bromo gitu loh…

BUKIT Teletubbies

Jalan menuju Bukit Teletubbies kita akan melewati Padang ilalang yg sangat eksotis, bermain2 dgn cahaya matahari yg jatuh di rumput dan ilalang yg berwarna kuning asyikkan? narsis cocok, prewed cocok, main umpet2an bisa… hehehhe j/k

Kami mengambil session Foto model di lokasi ini :”>, bahkan foto prewed pura2 :D rebah2an di rumputpun tidak masalah, tdk ada binatang berbahaya kata Mas Fadly, hanya siap2 wajah gosong, huhuhuh… ingat… walau dingin… tetap saja matahari akan menggosongkan diri kita.

Di Bukit Teletubbies di waktu sore kami menemukan pemandangan yg menakjubkan, kabut tebal berarak turun dr atas bukit/tebing terjal, di seberang menonjol  beberapa bukit besar kecil persis bukit di film anak2 Teletubbies, wajarlah kemudian dinamakan begitu.. melihat gundukan2 tsb jd pengen teriak : ” Berpelukaaannnnnnnnnnnnnnnn” hahhahaa

Menjelang matahari kembali ke peraduan, bukit2 tsb bisa menjadi siluet yg apik, bernarsis ria di Bukit ? tidak masalah!

Jika sudah gelap, tak ada lg yg bisa di foto di Bromo kecuali punya lensa extra tele, buat apa? motret Bintang dan planet! Karena berada di area tinggi dan jauh dr polusi, Bintang2 akan tampak sangat jelas… bertaburannn… dan eits…. awas2 ke langit, krn sesekali ada saja bintang yg jatuh, wuuuuuzzzzzz make a wish!

Pulanglah ke Hotel, mandi air hangat dan mampir ke restoran untuk makan… tersedia banyak pilihan menu yg pas disantap di cuaca seperti ini, Pisang Goreng dengan kopi Jahe, mau? Pancake  Nanas dengan susu coklat? hmm…  Nanas goreng dengan Skoteng hangat? ahhh… tentu saja tetap ada menu like Rawon, Bakwan, Nas Gor, bahkan western Food, macam steak dan sandwich krn banyaknya turis manca negara.

Istirahat dan nyenyaklah dgn tidur karena jadwal besok pagi akan dimulai dengan sangat dini, lagi2 jam 2.30 pagi :(

2nd Day ( Pananjakan,  Padang pasir & Street Hunting )

Karena rombongan Jakarta tiba 1 hari lbh cepat drpd jadwal sesungguhnya yg baru dimulai hari ini bersama rombongan Semarang maka kami mengulang perjalanan menuju Pananjakan dan Padang pasir.

Hanya saja, pulang dari padang pasir memotret temple dan sekitar tmn2 Semarang yg baru tiba semalam sama seperti kami di hari kemarin tampak ke letihan dan perlu tidur, kami yg lbh fresh dan segar, memilih untuk berfoto disekitar rumah Mas Fadly (Menemani Teman Smrg yg blm bs check In Hotel, hihihiei ) sembari mrk tidur or duduk2, kami ke Ladang Jagung dekat sana, rumah2 di pematang ladang juga sangat layak diabadikan.

Yang namanya hunting bersama maka perlu kebersamaan, kami perlu check Out dr Hotel awal kami Bromo Permai ke Hotel yg gabung dgn tmn2 Smrg yaitu Hotel Cemara Indah, Hotelnya sedikit krg bagus dibanding yg pertama, tp dia punya view yg menawan, lgs menghadap ke Padang pasir dan Gunung, wow…

Street Hunting sekitar Bromo

Siap check in dan mandi2, kami kemudian street hunting di sekitar area Hotel, banyak sekali objek  menarik untuk di foto, seperti kegiatan sehari2 penduduk disana ( Angkut Rumput, pulang dr Ladang, anak kecil bermain, ibu2 mengambil air, memberi makan ternak, bawa pulang ternak, dll ), pemandangan sekitarpun sangat asri, jejeran pohon2, rumah2 penduduk yg unik, jalanannya.. semuanya sangat sejuk dan damai, serasa bukan di Indonesia :D

Malam hari kami makan bersama dan acara perkenalan serta pembagian kaos Hunting, lagi2 malam ini tidak bisa terlalu larut mengingat besok jadwal hunting sudah menanti.

3rd Day

Padang Pasir | Gn. Batok & Bromo

Karena sebelumnya hanya bermain2 di padang pasir dekat temple kami hari ini kami akan bersunrise ria di atas Gunung, ketika hari msh gelap kami sudah tiba, di tempat ini anda akan banyak ditawari naik kuda ke bawah tangga menuju ke Kawah Gn. Bromo. Ongkos naik kuda naik & turun Rp.30rb jika pintar menawar.

Karena tujuannya motret dan waktunya nangung maka saya pribadi tdk berkempatan naik ke atas kawah, konon anak tangganya ada 219 kalo saya gak salah ingat, maaf kalo salah :D. Justru disaat turun saya berkesempatan menyicipi naik kuda, seremmm seremm tp pengen gitu deh, byk sekali turis yg naik kuda, ada yg berani nunggangin sendiri hingga mirip ksatria, ada juga yg seperti saya, harus di tuntun sama pemilik kuda :D

Di Spot ini kita juga bs menyewa  beberapa kuda dan penunggangnya, suruh aja hilir mudik naik turun untuk mendapatkan foto yg asyik, efek debu yg naik dr jejak jejak kuda menambah kemisteriusan foto :D

Watu Ulo / Tanjung Papuma

Pulang dr Padang Pasir, kembali ke hotel untuk mandi karena sdh penuh debu. Isi perut kemudian lanjutkan perjalanan dgn mobil sewaan ke Watu Ulo yg membutuhkan waktu perjalanan selama 9  jam  PP, worthy? Yup! sangat.

Pantai Papuma sangat eksotis… msh Liar dan alami, dengan jejeran kapal nelayan yg unik & kokoh berdiri di terpa ombak batu2 raksasa… wahhhh keren habissss, apalagi Sunset di papuma ciamik habis… sama seperti ketika memandang gunung2 ndi Bromo saya juga kehabisan kata2 melihat sunset dgn di sisi kanan adalah batu2 dan karang dgn ombak besar memecah di batu, Oh… SUNGGUH BESAR & DASYAT ALLAH kita, jd agak ‘malu’ menjadi Manusia, krn seringkali tidak bisa membuat kita bersyukur dan kagum pd Ciptaan Tuhan, beda dgn benda2 ‘mati’ tsb. Dalam diam tp bisa meneriakan bahwa ALLAH Sang Pencipta itu Agung dan Besar!

“Manusia harusnya kamu lbh baik dari kami krn kamu diciptakan serupa dgn Gambar & rupaNYA dan kami harusnya tahluk di bawah pemeliharaanmu, tp lihatlah saat ini kami (alam) lbh berkuasa atas kamu tp ironisnya kamu merasa di atasnya Tuhan”.

Hari ini habis di perjalanan dan waktu Sunset di Papuma, kembali ke Hotel sudah larut, semua sepakat lgs tidur dan memaksa mata terbuka 3-4jam kemudian untuk hari terakhir di Bromo , Hiks…

4rd Day

Bukit Teletubbies | Pagi hari

Jika sebelumnya kami sudah curi start di lokasi ini, untunglah yg kali ini di waktu yg berbeda, sehingga di 1 spot ini kami bisa mendapat sunrise sekaligus sunset :D, Bukit diwaktu pagi berbeda dgn ketika sore, jika sore kabut turun dr tebing, di Pagi hari kabut berangkat dr bawah ke atas… sejajar dgn kita kabut2 bagaikan air laut… menakjubkan…

RANU PANE | Danau

Dari Bukit perjalanan kami lanjutkan ke Ranu Pane, membutuhkan waktu perjalanan kira2 1 jam-an, Ranu Pane adalah Danau, letaknya dekat kaki gunung Semeru, maka tidak heran di lokasi ini menjadi spot para pendaki, sewaktu kami kesana, banyak tenda2 para pendaki yg mendaki dlm rangka 17 Agustusan. Konon di Gunung inilah Soek Ho Gie meninggal dunia, hiks.. :(

Ikuti saja jalan setapak yg ada, telusuri sampai ke dalam… kira2 2-3km kedalam. Banyak objek  menarik, seperti framing dan gunung Semeru. Diluar sekitar rumah penduduk juga banyak objek human interest (lihat Foto saya yg berjudul Gadis Tengger & All about Blue), katanya banyak yg asli Orang Tengger, wajah mereka sangat unik, mirip orang di Tibet dgn ciri mata yg unik dan pipi yg merah terbakar dan kering krn dingin. Eksotis deh!

Harusnya spot kami selanjutnya adalah Air terjun Mada Karipura tp sayang waktu tidak mencukupi krn keasyikan di Ranu Pane + acara makan2/sarapan disana yg dibarengin dgn acara bedah foto. Gorengan disini mantap bener… Kentang goreng. Yummy…

Rawon Nguling

Karena ini hari terakhir, sehabis dr ranu Pane dan kembali ke Hotel, kami berisap untuk check Out dan pulang ke ‘peradaban’ hahahha… jangan lupa mampir ke Rawon Nguling khas Probolinggo, Rawonnya mantap.. pernah di datangi sama Presiden SBY dan Gus Dur, Ngetoplah ceritanya hahahhaa..

Bubaran dr Rawon Nguling kami terpaksa berpisah dgn tmn2 Semarang yg akan terus melanjutkan perjalanan ke Smrg, kami pulang ke Sby dengan mampir dulu di Sidoarjo, melihat semburan atawa lumpur Lapindo. Kebetulan supir mobil sewaan kami adalah  korban lumpur lapindo juga, walau begitu tetap saja kami dimintai duit oleh para pengaja/penduduk yang berjaga-jaga disekitar lokasi, hehehehe…

Asli hancur habis, rmh2 keredam hingga tinggal atap2nya.. semburan baru… alat2 berat untuk membuat tanggul, para pencari nafkah seperti tukang ojek yg siap mengantar ke semburan baru, penjual DVD serial Lumpur sejak hari pertama, Hmm.. no comment deh untuk yg ini, yg jelas kami tdk memakai jasa ojek atau pun membeli DVDnya.

Pesawat Sby-Jkt memang kami pilih flight termalam, spy tidak terburu2.. Karena msh punya waktu kami bahkan sempat mampir kesalah satu Mall di SBY untuk makan junk food yg di pengen2in sejak beberapa hari lalu, ahahahhah… karena Mall ada hotspot kami juga sempat online dan memberikan laporan selayang pandang :D

Tiba di Jkt, cuaca sudah panas, mulailah kami kangen cuaca dingin dan sejuknya Bromo, kulit muka terkelupas terutama bagian hidung, wajah menghitam, tp kata teman jd eksotis, hahahahhaa… ada2 saja.

Perjalanan kali ini puasss banget, didukung rekan seperjalanan yg asyik, lokasi yg Ok. Ittenary yg Ok. Semuanya hampir perfecto :D

Total biaya yg dikeluarkan sekitar  Rp. 2 – 2,5 juta all in ( Ongkos ke Bandara, airport tax, makan tidur enak ) bisa hemat lg dr sana dengan sedikit usaha dan kerja keras, misalnya tidak inap di hotel tp di rumah Mas Fadly ( no air panas dan ranjang tdk seempuk hotel :D ), tidak makan di Hotel tp cukup diwarung2, ke area yg msh terjangkau jalan kaki seperti ke Padang pasir, jd hemat ongkos jeep, tp kuat gak jalan kaki 1 jaman? hmmm?? jika semua itu dijabanin mungkin bisa hemat hingga menjadi 1,5jt saja. Untuk Biaya trip ini dr Jakarta.

So All, Blog ini sekaligus untuk menjawab pertanyaan teman2 yg penasaran dan pengen tau rute hunting ke Bromo serta biayanya.

Foto2 hunting trip ini bisa dilihat dengan mengklik disini :D

<– Link ke Multiply, ternyata masih hidup linknya ya

Perjalanan hunting ini di Website FN dapat dilihat dengan mengklik disini :D

<– Liputan hunting mencapai 105 halaman di forum fotografer.net. Ampe pegal bacanya, habis sambil ngakak sih… :p