[Review] Jollibee at Scarborough, Ontario

Went there after they opened the store for about one month. Heard about this fast food chain since last year and all I heard was how good it is. So, ever since then I eager to try them when I have a chance. The chance was coming after all but I had to wait for a good whole month to get to proof  all the hype I heard.

Actually, I went there when they already opened for one week, but the line was 2 full tents of people. Nah, I won’t wait for food for that long, even if it’s for free. That time, the waiting time was estimated up to 4 hours. No, thanks!

So I went there couple days ago, when I was parking my car I didn’t see any form of line, at least one tent that I passed was empty. I was full of hope and little that I knew, there was a line in another tent, I thought even though there would be a line, it won’t that long and they must learn through the whole month experiences to fasten the line. I walked to the tent with my daughter and there was almost half tent full of people. They gave me a Q card number and little information about quantity and amount of money I could spend (Max $50 and 2 bucket of chicken). Sweet, So I won’t going crazy inside to grab everything, haha kidding.

For half tent of people we had to wait for about 45 minutes, everybody look excited, old and young, men and women, adult and kids, every single one (except maybe for my daughter) patiently waiting their time, to exchange their money to a piece of chicken, spagetti or palabo.

So here my review :

Service ***** 5 stars (employees are friendly, full of smile, I feel welcome )

Place **** 4 stars  (new and clean but not big enough, there is only 2 cashier machines)

Food ***** 5 stars (for the taste compare to other retail fast food and for their varians of food and drink, they have steamed RICE!)

Price ****  4 stars (reasonable but expect to spend more than you normally spend on fast food chain because of all food you want to try)

Overall, This place will earn my return. If I was happen in the area near meal time, I would pop in if the line is not so crazy long.

They are going to open another Jolibee in Mississauga (same building with the Seafood City/Hearthland) sometime July this year.

Combo B (6 pcs of chicken, 1 spaghetti family size, 3 pcs peach mango pie) $30-ish

They want you to be jolly… Jollibee’s mascot

World needs more Jolibee for sure, haha.

 

She said “I love you, mommy”

On Nov 7, 2017 after we were back from park (also school before the park), while I was unlocking her from car seat, she said “mommy… mommy…” a bit curious of what she would say i simple reply “yes?” And when I reached her to get out from the car seat, she hugged me tight and said “I love you, mommy”. Awwww… such a sweet words and gesture.

She never said that before. Despite I told her millions of time that I love her and also asked her another millions time if she loves me. Hehe. She never really answer or I would say she never really understood the meaning of love. In Bahasa Indonesia “love” can mean “sayang”, She refers sayang to hug something tighter (usually her plush toy).

So that day, I was beyond happy. I still don’t know till today, what’s trigger her to say that. Did she just learn it at school? Did she missed me and just blurted it out that day? Did she just see other kids do that to their mom?

She is 3 years old and 10 months. I’ll lock that 3 seconds moment deep down in my heart and my mind. Forever.

I love you too my baby. To the moon and back, countless time. May Dear Lord shape you into the person that He wants you to be.

Oh btw, will you say “I love you, mommy” with warm soft kitty pur pur hug more often? I won’t get enough of that, I promise. And if one day you read this post and I am not around, we just as close as your knee to the floor. Pray baby. I am always in your heart.

Mommy loves you, SO MUCH.

Aku SAYANG, Olivia!

Surat Terbuka Untuk Bpk. Prabowo Subianto Pasca Pemilu 2014

Yang terhormat Bpk. Prabowo Subianto,

Izinkan saya menyampaikan isi kepala saya kepada Bapak, sehubungan dengan apa yang saya baca dan dengar selama kurun waktu 24 jam terakhir ini. Kemarin, waktu bagian Indonesia,  hampir seluruh masyarakat Indonesia yang berhak sudah memberikan suara mereka pada ajang pemilihan presiden Indonesia periode 2014-2019.

Bapak, saya hanya ingin menyampaikan 2 hal saja dan saya ingin sekali paling tidak ada yang menyampaikan dua hal ini ke Bapak. Saya menyampaikan dengan niat positif dan rasa hormat saya walaupun saya tidak memilih Bapak menjadi Presiden, tepatnya sih saya tidak ingin Bapak yang jadi Presiden saya berikutnya. Saya ada alasan tersendiri untuk itu, semoga Bapak maklum dan tetap mau tahu apa sih dua hal yang ingin saya sampaikan itu.

Yang pertama adalah saya ingin mengucapkan selamat kepada Bapak. Karena hasil quick count beberapa lembaga survey yang kompeten sudah memperlihatkan bahwa Bapak dan pasangan Bapak kalah tipis saja dari kandidat sebelah. Walau saya sudah memprediksi jaga-jaga akan hasil seperti ini, saya cukup terperangah juga loh Pak. Begitu derasnya dukungan ke calon no. 2 di timeline beberapa media social yang saya punya, ternyata Bapak tetap menuai begitu banyak suara, Selamat Pak.

Bapak harusnya bangga dan puas. Saya tau, kalah bukan option yang Bapak dan juga Tim Bapak kehendaki, katanya motto Bapak itu “Kalo bukan sekarang, kapan lagi?”, Now or never ever happen again! Namanya juga orang sedang berkompetisi, wajar saja berjuang untuk menang dan ogah kalah. Tapi Pak, mohon sangat Pak… hasil quick count ini memang bukan atau belum harga mati, kita semua harus tunggu sampai tanggal 22 Juli nanti, ketika KPU mengumumkan hasil akhirnya, tapi seperti kita ketahui, hasil quick count dari lembaga-lembaga survey ini lumayan akurat, padahal itu belum termasuk hitungan suara di Luar Negeri yang sepanjang saya tahu, si No. 2 menang telak dimana-mana.

Boleh ya Pak kalo saya sarankan Bapak untuk bangga dan puas karena kalah tipis saja. Ibaratnya Pak, orang-orang mengira paling-paling bapak cuma menuai maksimal 20% suara, lah sekarang hasil sementara dari quick count aja, bapak bisa mencapai angka diatas 45%, bayangkan Pak! beda 5% saja dari lawan Bapak yang begitu dipuja-puji dan sudah jelas rekam jejaknya yang positif.

Hal kedua yang ingin saya sampaikan terkait dengan reaksi ataupun tindakan Bapak dari beberapa sumber yang saya baca. Banyak yang bilang Bapak marah-marah, Bapak nggak percaya hasil quick count, Bapak kesel karena kubu sebelah sudah pakai ‘pesta’ karena yakin menang dan sampai-sampai Bapak dan Tim Bapak ikut-ikutan ‘pesta’ dan sujud syukur, Bapak nampak kesal dengan beberapa media yang menurut Bapak nggak fair.

Saya sampai terenyuh pas baca berita Bapak nanya ke reporter Metro Tv, kata Bapak “Salah saya apa, sampai Surya Paloh begitu kepada Saya”. Intinya Bapak jadi kayak kehilangan kontrol diri, Bapak gak senang pas tahu reporter dan kru Kompas Tv bisa ikut masuk ke halaman rumah Bapak buat wawancara, saya lihat kegalauan Bapak, saya lihat kemarahan Bapak yang menurut saya tidak perlu, sudah sangat tidak perlu disaat-saat begini Pak. Saya ada kesan kalo Bapak itu sebenarnya nggak gitu-gitu amat (emosian, gak bisa lapang dada,dll seperti yang diberitakan atau diisukan dimana-mana), tapi semua ini jadi begini gara-gara orang sekeliling Bapak. Ini Pak yang mau saya sampaikan, stop dimanfaatkan orang lain Pak, stop! Saya cuma tau Bapak ada ambisi untuk jadi Pemimpin Indonesia, saya tidak mau bahas apa motif dibalik itu versi dugaan saya, karena itu sah-sah saja, sama seperti saya  yang sebenarnya juga berambisi jadi menteri pariwisata, jadi bintang pelem, jadi konglomerat!

Tapi Bapak lihat dong orang-orang sekeliling Bapak itu… mereka mungkin tidak haus kekuasaan, tapi mereka butuh ditutupin boroknya, mereka butuh kain buat nutupin aksi kotor mereka, mereka butuh seseorang yang mudah lupa diri, yang mudah dijilat pantatnya, yang ringan kupingnya, yang bisa disetir-setir. Saya bisa saja salah soal orang-orang sekeliling Bapak itu, tapi saran saya coba bapak diam sejenak, merenungi, menelaah lagi siapa saja mereka-mereka itu yang disekeliling Bapak.

Jadi Pak intinya. Bersiaplah kalo hasil akhir perhitungan suara nggak beda jauh dari hasil quick count sementara ini. Bisa jadi calon Presiden aja sebenarnya sudah prestasi buat Bapak, ini semakin membuka mata saya, kalo langit adalah batasan bagi seseorang untuk mencapai impiannya dan rakyat dari negeri Indonesia yang elok rupanya adalah kumpulan orang-orang yang pemaaf, berjiwa besar, menghormati lembaga Negara dan cinta pada Nusantaranya.

Banggalah Pak dan jangan mau dihasut apalagi dikomporin oleh orang-orang yang hanya cari untung dari Bapak. Tidak jadi Presiden tidak mati kok Pak, tidak serta merta jadi masuk neraka atau jadi nggak ganteng lagi. Nama Bapak akan tertoreh dalam sejarah Republik Indonesia untuk waktu yang sangat panjang karena PilPres 2014 ini dalam artian yang positif, jangan bapak rusak dengan reaksi bapak yang emosian, yang seperti membodohi membohongi diri sendiri dan lebih-lebih lagi jangan lukai perasaan orang-orang yang sudah memilih Bapak.

Doa saya untuk Bapak agar damai senantiasa ada di hati Bapak dan di bumi Indonesia Raya.

Hormat saya,

Yuliana Tan

Salah satu WNI di Toronto, Kanada [ Rabu, 9 Juli 2014 Pk. 8 pm]