
My favorite spot at Our Condo ^^
Tahun dua ribu sebelas sudah berlalu 1 1/2 hari yang lalu, kalo menengok kebelakang rasanya tak habis-habis rasa syukur. Pada tanggal empat Januari tahun lalu, secara sah dan meyakinkan Permanent Resident Canada-ku di approved.
Memiliki ijin tinggal yang sah tersebut otomatis menjadi ultimatum segala hal-hal yang terkait dengan menetap disini segera dimulai, seperti : mencari kerja, ijin mengemudi dan lain sebagainya. Masih ingat seminggu setelah empat Januari tersebut, daku mondar-mandir ngurus Kartu kesehatan, ngurus kartu SIN (semacam KTP?! lbih saktian dikit dr KTP krn nomor SIN rahasia) dan ikut ujian tertulis mendapatkan kartu ijin mengemudi.
Punya SIM itu penting disini, karena kartu SIM memiliki foto ID yang suka menjadi persyaratan mengurus macam-macam hal disini, sempat gagal ujian tertulis 1x, esok harinya ngulang lagi dan baru lulus nyaris sempurna (salah satu dari dua puluh pertanyaan), ikut kursus mengemudi dan ujian praktek yang lagi-lagi harus ulang sampe 2x *malu abis*. Summer kemarin kami pun membeli mobil pertama kami, Toyota Corola th. 2007 berwarna merah yang daku beri nama, Mimi.
Salah satu yang diurus juga setelah PR diapproved adalah belajar bahasa gratis di ISIS. Lembaga ini khusus lembaga nirlaba yang menolong para imigrant untuk belajar bahasa, belajar culture dan lain-lain. Kelas-kelas yang sempat daku ikuti antara lain : Portfolio class (kelas yg mengajari kita bagaimana mempunyai portfolio yang ciamik untuk melamar kerja), Full time EWB class (English for Workplace & Business), belajarnya tiap hari dari Senin – Jumat jam 1-4pm selama 3 bulan. Kelas lain yang diambil adalah Advance class for writing,reading,listening and sepaking, full time juga selama 3 bulan. Tak ketinggalan pronounciation class dan online basic writing class. Semuanya gratis tis tis. Dapat ilmu, dapat teman dan dapat mengisi kekosangan waktu yang masih berstatus sebagai pengangguran.
Tak ketinggalan juga punya employement specialist, yang bantu revisi resume dan ajarin tip dan trik menghadapi wawancara, termasuk ikut workshop/kelas di lembaga nirlaba lain bernama Job Juction, yang khusus fokus pada masalah mencari kerja, yang terakhir ini berlaku untuk siapa saja, bukan hanya imigrant.
Proses belajar dari Januari/Feb sampai dengan September, selama itu juga berjibaku mengirim resume dan melakukan beberapa wawancara kerja, dari kerjaan impian sampe kerjaan asal dapat deh, semua tidak membuahkan hasil yang baik sampai dengan suatu ketika, istilahnya kalo jodoh tak akan kemana. Prosesnya terhitung cepat di saat-saat keputusaan dan kemuakan melihat2 lowongan kerja, seorang teman mengirimkan lowongan kerja yang menurut dia cocok dengan pengalamanku. Tak buang-buang waktu, selain mengirim resume via email, daku juga lamar in person, bertemu managernya langsung dan kurang lebih seminggu status sudah karyawan dan kurang dari tiga bulan status menjadi manager * gak malu-maluin deh*
Di akhir musim semi dan awal musim panas yang indah, bersama suami dan teman-teman menikmati acara jalan-jalan keluar kota dan dalam kota yang menyenangkan. Liburan seminggu ke Toronto, wisata ke PEI, camping di Kejimkujik, wisata kuliner kebeberapa kota di Nova Scotia, seperti Lunenberg, Liverpool, dll. Trekking, hiking, dll.
Di tahun dua ribu sebelas juga, kami membeli rumah pertama kami *yay!!!* sebuah condo satu lantai, ukuran tidak terlalu luas juga tidak terlalu sempit, pas untuk kami berdua dan semoga kelak kalo dipercayai seorang manusia lain ukurannya masih pas untuk bertiga hehe. Jadi menjelang 3 bulan sebelum dua ribu sebelas habis, pontang panting berberes dan isi rumah baru.
Tahun dua ribu sebelas ditutup manis dengan kehadiran keponakan baru di Indonesia bernanam Jocelyn Esteria dan pernikahan adik bungsuku. What a year! Plan diawal 2011 kemarin hanya ingin PRnya di approved dan dapat kerja yang sesuai, Tak dinyana dikabulkan Tuhan beserta macam-macam bonus lainnya. Modalnya cuma percaya, berdoa dan terus berusaha. Berharap tanpa usaha sama saja dengan mimpi, berusaha tanpa iman percaya sama saja dengan bunuh diri. Tidak mudah, ada keluh kesah dan air mata, tp berkat Tuhan sungguh manis. Thank God!
Nah, di tahun 2012 apa resolusinya? one and the only one. BABY *nyengir 4 jari*, period.
Yuliana