The Journey of a thousand lakes & rocky mountains [Part 8 – Final]

Akhirnya, sampai juga kita di penghujung acara cerita serial ini. Buat yang tidak mengikuti dari awal, berikut tautan ke serial-serial sebelumnya :

Part #1 – Persiapan

Part #2 – Vancouver ( Granville, Lynn Canyon, etc )

Part #3 – Vancouver ( Stanley Park, Aqua Bus, etc )

Part #4 – Calgary & Canmore

Part #5 – Banff, Lake Louise, and Lake Agnes Tea House

Part #6 – Icefiled Parkway

Part #7 – Jasper Tramway

Selepas menghantar teman ke terminal bus, kami langsung bertolak kembali ke Calgary, non stop. Pada malam terakhir tersebut kami menginap di kota Calgary, bukan di tengah kotanya tapi lebih ke pinggir kota ( Strathmore ); searah ke target lokasi tujuan kami yang terakhir. Inapnya di hotel kali ini, supaya ketika naik pesawat, penampakan diri bisa lebih manusiawi, haha.

Berikut jadwal hari terakhir kami :

SUN, AUG/26
07:00 BREAKFAST at the hotel
07:30 To Drumheller (1.5 hrs)
11:30 LUNCH at Drumheller
12:00 To Calgary Airport
15:00 Return rental car, Buy dinner
15:30 Baggages drop-off
17:00 Fly to Toronto
18:00 DINNER on the plane
22:40 Arrives in Toronto

Yes, hari ini mau mengunjungi nenek moyang daripada nenek moyang yaitu Dinosaurus!!! Dapat info lokasi ini dari teman kita, Widiono Kwong. Katanya boleh tuh kalo ada waktu mampir ke Drumheller, tempatnya unik. Dipikir-pikir benar juga, kalo sudah ‘bosan’ liat danau dan gunung, ganti suasana dong liat yang bedaan dikit.

(Catatan penulis : Drumheller adalah nama kotanya. Adapun lokasi wisata/look point-nya bernama Badlands, Horse Shoe Canyon dan Horse Thief Canyon)

Lokasinya agak jauh, dari Calgary aja butuh 90 menit perjalanan dengan kondisi jalan yang lengang, itu artinya jauhhhhh…. haha itu juga sebabnya kami paksakan tembak langsung ke Calgary pada hari sebelumnya, supaya bisa start perjalanan dari pagi-pagi sekali (baca: sepagi yang kami bisa) dan sampai di bandara tepat waktu.

Kali ini tinggal berduaan saja, mobil pun terasa lega. Suasana maupun pemandangan selama perjalanan dari Calgary ke Drumheller, lain daripada yang lain. Ini pengalaman pertama mendapat suasana seperti itu. Oh Canada, sungguh unik rupamu.

Jalan rayanya tidak terlalu lebar, seringkali hanya ada 1 jalur, tapi mulus semulus-mulusnya. Ntah karena kontur tanah bawahnya bagus atau karena jarang di lalui? haha. Di sisi kiri dan kanan jalan adalah tanah pertanian, bukan ladang pertanian nanam sayur sih, kayaknya lebih ke gandum atau jagung. Saat itu sudah habis di panen jadi sejauh mata memandang adalah sisa sisa pembantaian, ada yang sudah rapi jali ada juga yang masih meninggalkan sisa-sisa batang gandum yang menguning. Tanahnya cenderung datar atau bergelombang sedikit, hampir tidak ada pohon, jarang ada bangunan rumah tapi sesekali semacam lumbung. Jadi dengan jarak berkilo-kilo meter, mata kita bisa melihat jauhhhhhh seolah-olah hendak menembus horizon.

Nice summer, eh?

Nice summer, eh?

IMG_1820

Semacam dimana ini? Kalo pada naik kuda aja seru kali disini ya

Blue sky... &  I love Canada!

Blue sky… & I love Canada!

IMG_1827

Ladang

IMG_1828

Sepi, dunia milik kita!!!

Kalo nyetir sambil merem juga bisa loh disini, hahah *kidding* soalnya jalan rayanya nyaris lurus doang, bener… lurusssssssssssssssssssssss terusssssssssssssss nggak pake belok-belok. Hanya ketika mendekat ke Drumheller, pemandangan berubah… semacam tiba-tiba berada di planet lain, susah digambarkan dengan kata-kata.

Lokasi ini kesannya antah barantah banget. Tapi hebatnya, GPS yang kami bawa mumpuni banget. Dia (GPS) sempat bikin takut sih, soale tau-tau kok peta yang tergambar di GPS memperlihatkan kalo kami perlu melintasi sebuah sungai kecil. Wah ciloko iki… mobil disuruh kelelep po? Eh ternyata… ada jasa penyebrangan rek… itu semacam ‘kapal’ derek. Mobil parkir di semacam rumah air yang ada halaman cukup gede, bangsa muat 2 mobil jejeran. Rumah air tersebut terbuat dari kayu dan ada semacam tambang kuat yang menggerek sang rumah dari sisi satu ke sisi lainnya. Untuk menyebrang ini kagak perlu bayar, horeeee….! Padahal ada orang yang jaga/mengoperasionalkan tuh alat penyebrang (Kalo pernah ke pedalaman Kalimatan, tau deh yang beginian). Ntahlah siapa yang menanggung biaya operasional ini, dari uang pajak kali. Ingat, ini provinsi kaya… kalo ada yang gratis… biasa aja… jangan heran, haha.

Sebenarnya ada banyak jalan atau at least 2 jalan menuju Drumheller dari kota Calgary. Ini tau ketika pulangnya, kami tidak perlu melewati sungai lagi. Semua GPS yang atur, dan ntah kenapa dia pilih jalan seperti itu, sebagai turis ya senang aja dikasih alternatif lain. Somehow saya merasa arah pulang lebih cepat sampai.

Jelas kami tidak melihat ada perumahan di sekitar area ini, mungkin tidak boleh karena ini masuk dalam Dinosaurus National Park? Ntahlah. Ini daerah kesannya tua banget, tanah yang terkikis di tebingnya mempelihatkan lapisan-lapisan yang berwarna putih, kuning dan orange. Jarangnya mobil yang lalu lelang memberi kesan tersendiri ketika kita hanya sendirian saja disana.

Setelah ‘adegan’ nyebrang sungai itu kami sudah tidak jauh dari ‘Grand Canyon”nya Canada. Itu loh… pusat penemuan Dinosaurus, bentuknya mirip Grand Canyon Amerika, Beberapa yang kami kunjungi adalah Horse Shoe Canyon karena menyerupai tapak kuda bentuknya (jadi ingat Niagara Fall). Ada juga yang namanya Horse Thief Canyon karena konon jaman dulu area ini dipakai untuk mengganti identitas kuda. Maksudnya habis di colong, kuda orang trus didandanin ulang sehingga berubah identitas. Di area ini saja ditemukan sekitar 35 jenis Dino, bayangkan!

Kami tidak sampai turun ke bawah, padahal kayaknya keren kalo jalan ke bawah. Katanya sih kudu hati-hati, nampaknya gampang kayak hiking biasa, tapi kalo nggak waspada katanya bisa nyasar dibawah sana. Makanya dilarang turun kebawah kalo sudah menjelang gelap atau kudu sudah naik kalo sudah mau gelap. Bentuknya yang mirip-mirip bikin mudah nyasar katanya. Lain kalo mau coba kalo ada kesempatan supaya bisa ngerasain apa rasanya melihat keatas dari bawah sana. Ini semua karena waktu yang mepet booowwww… sama sayang duit juga, kalo nggak boleh di coba tuh naik Helikopter buat kelilingin area sini sehingga bisa melihat dari atas. Duh nasib, biarlah saat itu hanya cukup melihat dari atas tanah aja haha. (kebayang sih kerennya kalo dilihat dari atas heli, hiks ).

Yuk naik heli yuk lain kali :)

Yuk naik heli yuk lain kali ๐Ÿ™‚

IMG_1831

Bisa nyasar kalo jalan-jalan sendiri di bawah sana.

Horse Thief Canyon

Horse Thief Canyon

Pemandangan di Horse Thief Canyon

Pemandangan di Horse Thief Canyon

Mat Kodak

Mat Kodak

Karena arah pulang yang berlainan dengan waktu datang, kami berpas-pasan dengan Museum Royal Tyrrell . Nggak ada rencana mampir sih… soale masuk museum kudu bayar cing… $11 buat seorang. Tapi berhubung ada yang lagi kebelet dan sudah kena waktu makan siang, kami mampir deh. Seperti museum pada umumnya, di dalamnya ada cukup banyak gallery yang mejengin tulang belulang Dino dan mahluk-mahluk purba lainnya. Ada foodcourt dan toko menjual merchandise. Museum ini juga menawarkan tour dan penjelasan asal muasal Dino dsbnya. Ini cocok dah buat yang punya anak, apalagi anak dibawah 6 tahun gretong, hehe.

Senang banget kami berhasil mampir juga ke lokasi ini. Let’s say saya ini agak telmi alias telat mikir. Ntah kenapa waktu disana saya secara reflek bilang “Wuih… Dinosaurus itu beneran ada loh…” yang langsung berbuah toyoran dari suami. Kemana aja lu YuTan???! kata anda-anda yang gemes juga. Iyeee… tauuu dari dulu juga tau kalo Dinosaurus itu beneran ada, bukan rekayasa… tp ntah kenapa begitu injek kaki disana, rasanya mereka itu lebih “hidup” gitu. Haha.

Replica Dinosaurus di depan Museum

Replica Dinosaurus di depan Museum

IMG_0301

Salah satu fosil yang dipajang di gallery museum

IMG_0303

Another fosil. Ada yang tau ini namanya apa?

Singkat kata kami kudu kebut balik ke bandara di Calgary. Kudu balikin mobil sewaan soalnya. Ternyata proses kembaliin mobil simple saja nggak pake lama atau belibet. Cukup isi kembali bensin full tank, parkir di tempat parkir khusus kembaliin mobil, kosongkan isi mobil dari barang pribadi dan sampah, ke loketnya yang dekat parkiran buat administrasi dan done!

Luarbiasaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…! Pengalaman perjalanan yang menyenangkan dan teramat berkesan. Thanks God bisa pergi dan pulang tanpa kekurangan suatu apapun (selain tabungan berkurang tentunya). Kalo punya waktu, dana dan masih kuat jalan sendiri, saya rekomendasikan tempat-tempat ini untuk anda. Selera saya dan selera anda mungkin beda tapi kalo soal mengagumi karya ciptaan Tuhan, harusnya sama haha.

Buat yang berkendala, ojo sedih… semoga dengan baca tulisan-tulisan serial ini, secara tidak langsung anda ikut saya melalang buana. Berbahagialah yang melihat apa yang tidak bisa dilihat dibanding orang yang sudah lihat dengan biji matanya sendiri tapi tidak percaya. Itu kata seseorang sih (uhuk!), sambung nggak sambung, sambung-sambungin aja ya rek!

Sampai jumpa di petualangan berikutnya! (isi diluar tanggung jawab penulis (loh?!) ada baiknya cross check lagi dengan mbah google atau nara sumber lainnya (ihik) haha)

YuTan

The Journey of a thousand lakes & rocky mountains [Part 7]

Okay, sampai dimana cerita terakhir kisah petualangan ke Rocky Mountains ini? Sampai di restoran Korea ya? hehe. Sebelum saya kasih tau jawabannya, lihat dulu foto dibawah ini ya!

Ini habis minum lelehan salju abadi, jadi muda 10 tahun (jadi awet muda apa jadi agak miring ya? you decide)

Ini habis minum lelehan salju abadi, jadi muda 10 tahun (jadi awet muda apa jadi agak miring ya? you decide). Kambing gunung sama (shio) kambing Indo.

Jadi, pas malam kedua kita (teman saya kasih semangat) bertanya ke owner resto. itu kenapa side dish di resto ini kudu bayar? dimana-mana side dish gratis dan bermacam-macam pula, minimal 3 macam gitu. Jawabannya (saya terjemahkan dalam bahasa Indonesia bebas) “Kita terima pasokan bahan makanan hanya seminggu sekali karena jauhnya lokasi ini dengan penyuplai (Edmonton/Calgary kalo ndak salah) makanan kami, jadi tidak bisa kasih side dish gratis”. Ya, that’s it. Kita respon dengan “Ohh…” dengan muka lempeng sambil keluar dari resto. Opo meneh itu jawaban kagak nyambung blas!

Sewaktu perjalanan ke resto kita dapat pemandangan yang keren banget, pelangi. Bukan sekedar pelangi biasa, tapi double rainbow.

O.o Terbelalak saya melihatnya...

O.o Terbelalak saya melihatnya…

IMG_1767

Walau gerimis saya bela2in turun dari mobil dan jepret2. Susah lagi motretnya, hasil foto tidak sebagus aslinya

Itu kali pertama saya lihat secara langsung dengan mata kepala sendiri dua pelangi dan juga yang pertama kali melihat pelangi segitu gede-nya. Melengkung dari ujung ke ujung sampai lensa iPhone horizontal juga gak muat, kecuali saya mundur sampai jauh sampe masuk hutan kali, haha. Pelanginya juga terasa dekaaaaattttt banget, ujung satunya hanya diseberang sungai, pengen rasanya berenang kesana dan berdiri persis dibawahnya, siapa tau nanti dikira bidadari, ihik ihik. ketika sampai di Jasper Town, pelangi masih membentang dengan cantiknya, banyak turis yang sedang asyik makan di balkon restoran pada terkagum-kagum dan mengabadikan pemandangan tersebut.

Jadwal kegiatan hari ke 3 :

FRI, AUG/24
07:00 BREAKFAST Instant noodles (campground has electricity)
08:00 To Jasper Tramway
12:00 LUNCH
13:00 Medicine Lake, Maligne Lake
18:00 DINNER

Highligh hari itu adalah Jasper Tramway. Yang model begini juga ada di Banff. Konon yang di Banff lebih pendek dan tidak semenarik yang di Jasper. Oleh sebab itulah kami memilih naik yang di Jasper saja. Kalo punya dana lebih ya boleh dicoba dua-duanya.

Campground di Wabasso ini ada colokan listrik, jadi malam itu bisa ngecharge segala battery. Mong ngomong, kami juga bawa colokan special di dalam mobil, jadi satu colokan bisa dipakai buat nancepin cem macam USB. Ini berguna banget karena selain colokan buat GPS kita juga bisa ngecahrge handphone selama dalam perjalanan secara bersamaan. Jangan lupa juga bawa banyakan cem macem plastik, ntah itu kantong kresek atau kantong buat sampah. Terbukti ini penting dikala kami harus mengalami malam dengan hujan gerimis (mengundang), dengan modal kantong sampah/recycle yang gede kami bisa menutupi tiang colokan di campground sehingga colokan listrik beserta battery dan HP kami aman dari gerimis.

Nampak jadwal hari itu sedikit saja, karena ada dua hal. Pertama kami ingin spend waktu lebih banyak diatas gunung saat naik tramway (ogah rugi judulnya) dan setelah itu butuh perjalanan agak lama untuk mencapai Medicine dan Maligne Lake. Pagi-pagi benar keesokan harinya saya dan suami sebelum sarapan pergi hunting foto di tepi sungai Athabasca. Hasil fotonya bisa dilihat di sini. Sehabis foto dan sarapan kami pun langsung menuju ke Jasper Tramway tanpa perlu berkemas karena kami akan menginap semalam lagi di lokasi ini.

Cuaca hari itu lumayan bagus setelah kemarin di guyur hujan, namun awan masih tebal diatas puncak-puncak gunung. Pakailah pakaian yang cukup tebal dan sepatu yang sesuai untuk mendaki bukit/gunung batu. Kita akan dibawa ke ketinggian 2277 meter diatas permukaan laut oleh tramway ini, setelah itu masih bisa hiking ke atas gunung. jadi sudah pasti diatas sana akan dingin, belum anginnya, belum tipisnya oksigen.

Dibawah dekat terminal yang akan membawa kita keatas ada toko suvenir dan juga jajanan-jajanan kecil. Karcis untuk naik keatas dipatok $30 perorang. lebih mahal daripada naik gondola di Banff. Itupun cuma harga naik dan turun, nggak pake embel-embel jasa tur guide atau nonton film dokumenter tentang lokasi ini. Worth it nggak YuTan? tanya anda yang penasaran. Jawabannya oke lah untuk harga segitu dengan pengalaman yang didapat selama di atas, haha… Mereka ini pintar, kalo atraksi yang hampir tidak ada pilihan lain kecuali pakai mereka, harganya pasti dipatok mahal. Tapi ya nggak apa-apalah, toh tontonan lain macam danau-danau yang indah itu kagak disuruh bayar lagi.

Ini tramwaynya, bisa muat bangsa 20 oranglah sekali naik. Pintar-pintar pilih lokasi supaya saat naik bisa lihat pemandangan diluar :)

Ini tramwaynya, bisa muat bangsa 20 oranglah sekali naik. Pintar-pintar pilih lokasi supaya saat naik bisa lihat pemandangan diluar ๐Ÿ™‚

Selepas sampai diatas yang berupa sebuah bangunan besar berisi restoran dan museum kecil, nanti ada jalan setapak dari bahan kayu dan kemudian gunung batu. Diantara bebatuan itu kalo anda jeli, bisa deh liat tikus tikus gunung. Mereka ini gesit sekali, nggak kayak chipmunk atau squirrel, mereka ogah di foto. Boro-boro foto, dilihat saja susah.

Pemandangan melihat kebawah dan sekitar (nyaris bisa liat pemandangan 180 derajat lebih. I would say around 300 derajat?) adalah kota Jasper dibawah dengan beberapa danau dan sungai, gunung-gunung megah berdiri kokoh sejauh mata memandang. Perlu extra hati-hati dan sedikit usaha untuk naik ke atas. turunnya apalagi, kudu pake gaya kepiting, alias gaya miring.

itu yang segitiga, Kota Jasper-nya. Ada jalur kereta api juga yang sekali jalan bisa sepanjang 2 miles...

Itu yang segitiga, Kota Jasper-nya. Ada jalur kereta api juga yang sekali jalan bisa sepanjang 2 miles…

Kita memang gak cita-cita buat naik sampe ke puncaknya atau pun mengitari sekelilingnya (ini kayaknya lebih baik bersama tur guide), cukuplah sampe dimana orang2 kebanyakan berada. Eh eh… apa hendak dikata ya, sudah naik naik… maksudnya sudah liat ujungnya gitu, ok kita naik sampe sana ya, begitu sudah sampai sana lah kok? masih ada naikan lagi keatas, ok naik lagi ya sampai gundukan itu, ealah… masih tinggi aja bowww… hahaha seolah-olah tak berkesudahan. Saking curamnya tuh gunung kali ya, jadi kagak keliatanย  puncaknya… jadi kebayang dong… pas naik keatasnya atau pas turunnya.

Suami sekali-kali kudu ingetin bininya ini yang suka jalan-jalan ke tepi gunung.Maklumlah, istri satu-satunya, kalo tergelincir kebawah, alamat gak bisa dibawa pulang dalam keadaan utuh atau salah-salah gak bisa ketemu lagi, nyangkut dilereng gunung ditemani beruang.

Ini ketawa/senyum pake menggigil log...

Ini ketawa/senyum pake menggigil log…

IMG_0035

Itu terminal setelah dibawa ke atas. Ada restoran dan look point

Nyampe juga di (agak) puncak tertinggi dunia :D

Nyampe juga di (agak) puncak tertinggi dunia ๐Ÿ˜€

IMG_1782

Another one life time experience with someone you love, ihik ๐Ÿ˜€

Satu dari 4 diantara kami harus mengaku kalah dan tidak ikut naik ke atas, dia cukup bahagia menikmati secangkir kopi di dalam restaurant dan melihat pemandangan dari balik jendela kaca, haha. Itu juga membuat kami tidak ingin terlalu lama disini, selain tentu saja sudah mau dekat waktu makan siang dan tidak tahan dengan suhu dingin terlalu lama, bisa jadi keripik karena kering, hehe.

Makan siang hari itu di KFC, pilihan yang tepat dan cepat. Jadi nggak perlu sakau sama comfort food selama di Jasper. Walau kotanya gak segede Banff tapi cukup lengkap. Bahkan ada kamar mandi umum buat yang gak ada kamar mandi campgroundnya.

Dua danau yang kami kunjungi selepas makan siang agak jauhan dari kota Jasper. Perlu perjalanan kira-kira satu sampe satu setengah jam. Jangan khawatir, jalanannya mulus dan pemandangannya asri tak terkira. Saat itu walau di langit awan awan menggumpal, mereka seolah-olah bertahan untuk tidak tumpah sebelum larut malam menjelang.

Danau pertama adalah Medicine Lake. Ini danau konon bisa kering kerontang airnya, nggak tau hilang/lari kemana. Saat itu danaunya tenang sekali, letaknya persis dipinggir jalan, jadi nggak pake parkir terus jalan jauh.

Ini foto yang di vote tempo hari untuk jadi feature Artist di instacanv.as yang lalu

Ini foto yang di vote tempo hari untuk jadi feature Artist di instacanv.as yang lalu

IMG_1788

Salah satu pemandangan disekitar Medicine Lake

Berikutnya adalah Maligne Lake, danaunya besar sehingga cocok dipakai buat bercanoe ria.

Maligne Lake, tempat penyewaan canoe

Maligne Lake, tempat penyewaan canoe

IMG_1790

Alamat hujan lagi malam ini…

Karena (ternyata) tidak banyak look point di sepanjang perjalanan menuju dua danau ini yang kami singgahi, maka kami masih punya banyak waktu. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke permandian air panas bernama Miette Hot Springs. Keputusan yang tepat, setelah berlelah-lelah dan mandi ala kadar di Campground, saatnya melunturkan semua lemak dan daki di kolam air panas ini, haha. Letaknya sejalan dengan arah pulang ke Jasper dari Maligne Lake.

Lupa harga beredam disana berapa, yang jelas nggak mahal kok. Ada dua kolam yang cukup besar, dan buka nya pun sampai larut malam dan masih ramai. Karena tiba disana sudah malam, maka tidak lagi bisa leluasa beredam sambil melihat pemandangan alam sekitar, yang ada malah saling lihat2an dengan sesama pengunjung lain, haha… ada yang sambil baca, itu buku plastik apa buku bohong2an ya? ๐Ÿ™‚

Dan seperti saya info di post sebelumnya, malam itu kami makan malam lagi di restoran Korea tsb, selain makanannya enak juga sudah gak usah repot mencari lagi. Hujan gerimis pun perlahan turun seiring dengan semakin turunnya suhu udara yang bikin malas bangun keesokan harinya.

Ini kondisi sarapan di hari ke 4. Roti aja sudah berubah bentuk, haha

Ini kondisi sarapan di hari ke 4. Roti aja sudah berubah bentuk, haha

Hujan memang sudah berhenti keesokan paginya, namun meninggalkan tanah dan semua-semuanya basah. Duh, mana kudu berkemas lagi hari itu. Alhasil kudu kerja extra pagi ini selain ngerapihin tenda juga kudu ngeringin. Ini nih resiko kalo tidur di tenda, apalagi tenda sewaan, LOL.

Ini hari sebelumnya, cuma mau nunjukin suasana Wabasso campsite. itu sebelah kanan adalah colokan listrik.

Ini hari sebelumnya, cuma mau nunjukin suasana Wabasso campsite. itu sebelah kanan adalah colokan listrik.

Sudah saya bilangkan, kalo pagi hari itu adalah waktu paling terbaik di Rocky Mountains? Ntah kebetulan atau gimana, setiap danau yang kami kunjungi dipagi hari selalu adalah danau yang tercantik.

Sebelum saya buktikan dengan foto, berikut jadwal perjalanan hari terakhir kami di Rocky Mountains :

SAT, AUG/25
07:00 BREAKFAST Instant noodles (campground has electricity)
07:30 Break-up tents
08:00 To Yoho National Park (Takkakaw Falls, Emerald Lake, etc)
12:00 LUNCH in Yoho
17:00 To Banff Bus/Train station (1 hr)
18:00 DINNER at Banff Bus/Train station
19:00 To Super 8 Strathmore

Dengan modal peta perjalanan dari brosur yang kami dapatkan di visitor information atau restoran, kami jadi tau kalo ada danau-danau yang patut dikujungi disekitar Jasper. Jadi Pagi itu kami kunjungi dahulu dua danau ( Pyramid dan Patricia Lake ) yang berada dekat sekali dengan kota Jasper (dibelakangnya) sebelum kemudian jalan balik ke arah Banff untuk mampir di Yoho National Park.

Patricia Lake. Sekilas mirip Helbert Lake ya?  cuma ini lebih gede...

Patricia Lake. Sekilas mirip Helbert Lake ya? cuma ini lebih gede…

IMG_0120

Ini versi Vertical-nya Patrcia Lake

Jarak antara Patricia lake dan Pyramid Lake lumayan dekat. Di sekitar sana pun banyak cottage yang dari luar nampak nyaman. Sekali koprol sudah sampai ke danau. kalo ada rejeki ke Jasper lagi, saya mau inap ah disalah satu penginapan disini.

Pyramid Lake. Nggak mau pulang kalo sudah lihat yang beginian.

Pyramid Lake. Nggak mau pulang kalo sudah lihat yang beginian.

Asyik ya, bisa mancing juga...

Asyik ya, bisa mancing juga…

Mungkin Sun Go Kong masih tidur ya, kalo nggak dia terbang-terbang kali disini.

Mungkin Sun Go Kong masih tidur ya, kalo nggak dia terbang-terbang kali disini.

Tanpa banyak buang waktu kami pun segera meluncur ke Yoho. Kali ini nggak bisa sampai meleset estimasi waktu karena dua teman akan melanjutkan perjalanan dengan bus ke Edmonton via Banff. Karcis masuk park yang ditempel di kaca mobil juga expired hari itu. Jadi kami sebenarnya ragu-ragu apa nanti masih bisa masuk ke Yoho. Ternyata tidak ada pemeriksaan selama perjalanan kesana.

Yoho letaknya agak dibawah kiri Banff kalo dilihat dari peta. Jarang pula national park yang satu ini disebut-sebut orang. Tidak seterkenal sodaranya Banff atau Jasper. Saat memasuki Yoho kontur tanah atau alamnya pun nampak sedikit beda, tapi saya nggak bisa jelaskan bedanya dimana, kira-kira nampak lebih ‘alamiah’ atau kagak terjamah? ah ntahlah… mungkin itu perasaan saya saja ๐Ÿ™‚

Target lokasi selama di Yoho adalah Emerald Lake dan Takakaw Fall yang konon adalah air terjun tertinggi kedua setelah Niagara Fall. Tanpa banyak panjang lebar, silahkan dinikmati foto-fotonya. Cuaca hari itu luarbiasa indah dan cerahnya.

Emerlad Lake. Airnya jernih...

Emerlad Lake. Airnya jernih…

Lebih nggak kepengen pulang kalo liat beginian mah...

Lebih nggak kepengen pulang kalo liat beginian mah…

Si ngkoh yang duduk di pagar pengen gua ceburin ke danau deh. Ganggu pemandangan aja, huh!

Si ngkoh yang duduk di pagar pengen gua ceburin ke danau deh. Ganggu pemandangan aja, huh!

Ini di foto hanya karena nama gunungnya sama dengan nama koko saya hahaha :)

Ini di foto hanya karena nama gunungnya sama dengan nama koko saya hahaha ๐Ÿ™‚

Jalan ke arah lain ada air terjunnya segala.

Jalan ke arah lain ada air terjunnya segala. Natural Bridge of The Kicking Horse River Valley.

The Kicking Horse River Valley

The Kicking Horse River Valley

Ada cerita lucu saat di Kicking Horse. Sedang asyik-asyik saya motret kearah air terjun, kok ada emcim encim berpose buat saya. Seolah-olah nyuruh saya foto atau mengira saya motoin dia. Saya jadi serba salah… ini maksudnya apa? dia salah orang kali ya? kalo saya cuekin gimana, kalo saya foto lah buat apa? emak saya bukan. Haha.

Takkakaw Fall, nampak dari jauh

Takkakaw Fall, nampak dari jauh

Takkakaw Fall, nampak dari jauh (vertical)

Takkakaw Fall, nampak dari jauh (vertical)

What a beautiful day!

What a beautiful day!

Untuk mencapai ke bawah air terjun perlu berjalan lumayan jauh. Sekali lagi, karena keterbatas waktu kami tidak sampai jalan ke bawah air terjun, kalo ada waktunya boleh juga sekalian mandi-mandi disana, haha.

Singkat cerita kami pun masuk ke kota Banff. Duh, kotanya ramai deh… penuh dengan aneka restoran dan toko dan turis yang berjubelan di jalan. Kalau tahu kotanya asyik begini, mungkin bisa dicari akal untuk stay lamaan disini. Namun karena padatnya jadwal, kami cuma mampir makan siang menjelang sore saja disini. restoran yang dipilih juga yang pasti-pasti aja, Tony Roma’s. Sudah diujung perjalanan dan hendak berpisah dengan teman bolehlah dirayakan dengan agak istimewa, ihik.

Restoran penuh sekali saat itu, perlu agak lama untuk dilayani, namun makanannya tidak mengecewakan, sehingga puas rasanya.

Ribsnya Toni Roma's yang termasyur. Tapi yang juara yang dibelakang tuh, pizza dengan potongan steak. Glek!

Ribsnya Toni Roma’s yang termasyur. Tapi yang juara yang dibelakang tuh, pizza dengan potongan steak. Glek!

Habis makan dan sempat jalan sebentar keliling kota, tiba waktunya berpisah dengan 2 teman seperjalanan kami yang menyenangkan. Mereka kami lepas di terminas bus dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju Calgary pada malam itu juga. Demi supaya besok pagi masih keburu ke satu lokasi wisata lagi sebelum bertolak ke bandara dan balik ke Toronto.

What a journey, dengan menulis blog dan melihat-lihat lagi foto yang diambil dalam perjalanan ini rasanya kok kepengen balik lagi, haha. Gak sangka ini sudah habis 7 judul blog dan masih sisa 1 blog lagi menceritakan pengalaman saya ke jaman purbakala bertemu dengan para Dinosaurus. Yay!

YuTan

The Journey of a thousand lakes & rocky mountains [Part 4]

Before I start blogging about this part 4, here the pictures of my breakfast while we stayed in the hotel ( Vancouver and Calgary ). Soon, I’ll miss this breakfast menu, haha.

Nice breakiesss!

Tidak banyak yang bisa saya share selama kunjungan kami ke Calgary, cuma 3 hari 2 malam dengan 2 hari diantaranya hanya setengah hari. Yang jelas kota Calgary-nya sendiri jauh dibawah ekspetasi saya. Jalan rayanya cenderung sempit, sedang banyak perbaikan jalan, pembangunan gedung pencakar langit baru dan suasana pusat kota yang berubah sepi senyap setelah habis jam pulang kantor.

Kota yang satu ini memang unik dibanding kota lain di Kanada. Berikut beberapa yang bisa saya beri contoh (background singkat : Kota Calgary atau provinsi Alberta adalah provinsi terkaya di Kanada karena hasil minyak-nya, daratannya datar alias hampir tidak ada tanjakan/turunan,ย  lokasi salah satu penemuan terbesar fosil Dinosaurus, terkenal dengan daging sapinya) :

  • Tidak ada pajak daerah, mereka hanya ada pajak pemerintah pusat 5% (kota lain bisa kena 10-15%)
  • MRT-nya kalo naik dan turun masih di tengah kota, gratis tis tis.
  • Harga hotel di weekend lebih murah daripada harga hotel di weekday (kalo weekend jadi sepi karena orang lebih pilih pergi/stay di Banff)
  • Toko-toko atau mall downtown tutup antara jam 4 s/d 6 sore
  • Majalah gratisย  “where” yang ada disetiap kota di Kanada (memuat tujuan wisata, restaurant, etc) khusus untuk Calgary berukuran magazine (A4) sedang kota lain hanya uk. A5 (1/2 folio)

Selama di Calgary saya sempat laundry pakaian kotor selama di Vancouver, Ini akibat perjalanan panjang dan cuma bisa bawa tas ukuran sedang. Sama seperti di kota lain, kalau bisa jangan laundry di hotel karena harganya akan mahal sekali, walau memang lebih nyaman karena tidak perlu ditunggu dan sudah dalam keadaan dilipat rapi, haha.

Saya juga belanja keperluan sehari-hari (makanan dan air terutama) untuk dibawa selama jalan-jalan ke Rocky Mountains nanti. Kebanyakan yang dibeli adalah makanan untuk sarapan seperti roti,buah,selai,susu/kopi dan biskuit. Beli juga air minum dalam botol dan aneka snack dan candy buat cemilan selama didalam mobil supaya tidak bosan dan ngantuk. Semua sudah dalam perencanaan sehingga semua yang dibeli kudu muat di bagasi.

Ohya, mobil untuk dipakai selama perjalanan ke RM juga kami sewa di Calgary. Dengan promosi dari kartu kredit yang dapat asuransi gratis kami sewa di Budget Rent A Car. Kami pilih sedan full size dengan harapan dalamnya lebih luas, toh harganya sama dengan sedan ekonomi. Sewa 5 hari termasuk additional 1 driver total habis $225 (tax included) dan bensin habis sekitar $150. Mobil jenis ini cuma pas buat ber-4 walau bisa didudukin untuk ber-5. Dan karena kami genap ber-4 maka harga segitu dibagi 4 jadi hanya sekitar $100 per orang. Menurut saya sangat ekonomis karena dengan harga segitu kami bebas kemana saja dan tidak terikat oleh waktu, kondisi mobil juga bagus dan nyaman. Enaknya lagi saat ambil mobil, kami ambil di lokasi yang terdekat dengan hotel kami menginap dan saat dikembalikan, kami kembalikan di bandara dengan proses pengambilan/pengembalian yang tidak lama dan ribet. (ini harga August, 2012)

Ditengah waktu yang sempit dan kudu urus ini itu, saya sempat ketemu teman yang dulunya sama-sama ambil kelas di ISIS Halifax. Saat ini dia tinggal di Calgary ikut suami yang dapat kerja disana. Karena itu saya sempat menjelajah kota Calgary dan tidak hanya di pusat kotanya saja. Kami janjian di South Centre Mall yang letaknya agak jauh dari pusat kota. Mallnya gede dan mewah. Selama perjalanan menuju mall saya melihat suasana kota Calgary, Highway-nya, rumah-rumahnya, sedikit banyak mirip Halifax/Dartmouth namun dalam skala lebih besar, haha.

Supaya gak bosa baca tulisan terus, ini saya sisipkan foto makanan yang saya makan di Foodcourtnya mall, Baklava. Terpujilah wahai pencipta Baklava dimanapun kau berada!

IMG_1606

Baklava

Tak lupa, kami juga mencoba makan steak. Sama kayak di Vancouver katanya gak afdol kalo gak makan sushi, di Calgary gak sah kalo belum makan steak-nya. Udah jauh-jauh ke tempat coboy gitu kali maksudnya, haha. Rasa steak-nya sih sama-sama saja, mungkin karena saya juga gak expert dalam per-steak-an, yang jelas harganya gak murah walau mereka penghasil daging sapi terbesar (?) di Kanada.

IMG_1595

Steak with Mushroom Soup, Yum!

Fast forward!

Tibalah hari yang ditunggu-tunggu… Mobil sewaan saya ambil/sewa sehari sebelum berangkat untuk keperluan belanja dan laundry serta tidak ingin kehilangan waktu di pagi hari H tersebut sehingga malamnya kudu diparkir. Tarif parkirnya mahal bowwww… saya lupa, kayaknya sekitar $15-25 overnight di hotel tempat kami inap. Masalah utama kota besar di Kanada ini ya ini salah satunya, kalo tidak mendesak, jangan parkir mobil di downtown, harganya gak manusiawi, hiks.

Sehabis sarapan terakhir kalinya sebagai kaum ninggrat di hotel, kami meluncur ke bandara untuk menjemput 2 teman yang datang langsung dari Halifax. Syukur pesawatnya ontime. Mereka terbang dari Halifax subuh sekitar jam 5 pagi dan berkat perbedaan waktu mereka pun tiba sekitar jam 10 pagi sahaja di Calgary airport. Sebelum langsung tancap gas ke arah Banf, kami ling keliling dulu sekali lagi di dalam kota Calgary. Maklumlah imigran… kerjanya liat-liat suasana kota lain, karena siapa tau minat atau suatu hari kudu migrasi lagi ke kota lain di Kanada, haha.

Jadwal hari pertama tersebut cukup padat merayap, ogah rugi judulnya. Berikut jadwal perjalanan kami di Day 1 sesuai catatan yang ada :

WED, AUG/22
08:00 BREAKFAST at the hotel
09:30 To Calgary airport
10:10 Anh+Yen arrives in Calgary (AC123/AC117)
10:45 Drive to Canmore
12:30 LUNCH at Canmore
13:30 To Lake Louise visitor centre at Samson Mall
14:30 Check-in, setup tents
15:00 Hiking to Tea House at Lake Agnes/Lake Mirror (4 hrs return)
17:00 DINNER at Tea House
19:30 To Moraine Lake (15 mins)
20:30 To Campsite (15 mins)

Perencanaan matang seperti ini sampai ke jam jam-nya perlu. Walau tidak mesti tepat sekali pada saat prakteknya. Ini lebih kepada supaya enak aja memperkirakan waktu yang akan terpakai selama perjalanan. Ini juga perlu kalo tujuannya dalam tempo seseingkat2nya mendapat sebanyak-banyaknya. Kalo tidak ada jadwal model gini, alamat habis waktu gak karu-karuan atau malah kebanjiran waktu dan gak tau mau ngapain. Estimasi waktu dalam perjalanan didapat dari hasil search di website, google map dan pengalaman pribadi.

Jelas sekali highlight hari pertama ini adalah Tea House di Lake Agnes yang perlu menghabiskan 4 jam untuk sampai kesana dengan jalan kaki di mulai dari Lake Louis. Usahakan dalam tiap hari ada highlight location atau aktifitas yang ingin dilakukan. Dimana nantinya lokasi/aktifitas ini akan kita beri waktu lebih leluasa untuk menikmatinya, kita beri budget lebih leluasa juga untuk dibelanjakan. Bukan berarti tempat atau kegiatan lain tidak boleh dinikmati berlama-lama, apalagi kalo bagus kan? Nanti kalian akan ngerti kenapa saya bilang perlu ada satu highlight kegiatan/lokasi selama dolan di Rocky Mountain (tentu dengan catatan, waktu dan dana anda terbatas. Kalo waktu & dana tidak terbatas? ya sesuaikan saja dengan kemana kaki anda melangkah, suka stop, nggak suka jalan).

Sepanjang perjalanan mulai dari bandara sampai dengan Canmore lebih banyak diisi dengan perbincangan seputar kabar, kangen-kangenan, ledek-ledekan, cerita betapa excitednya kita, dll dan tentu saja sesekali mengomentari suasana yang kami lihat selama perjalanan. Selama perjalanan ini pun pemandangan masih ‘biasa’ dari kejauhan sudah nampak sih gunung-gunungnya.

Boleh dikata sepanjang perjalanan dari Calgary – Canmore – Banff – Jasper itu ibarat kalo nyanyi ada cresendo-nya, ituloh… tehnik/metode nyanyi dari pelan kemudian pelan-pelan naik terus sampe keras. Jadi dari biasa, mulai gak biasa, asyik, asyik banget, wow, wow banget, spektakular sampe terakhir nganga mulutnya, lupa tutup saking dasyatnya. Teorinya sih makin jauh dari hiruk pikuk manusia, alamnya makin asli dan asri. Jam juga menentukan kualitas pemandangan. Semakin pagi dimana manusia-manusia masih terlelap semakin asri dan menawan, khususnya danau-danaunya terlihat lebih cantik di saat pagi hari.

Ada kejadian lucu saat kami cari makan siang setelah masuk kota Canmore. Sesuai kesepakatan ini hanya makan siang asal lewat, alias kagak perlu fancy2an dan toh nguber waktu ke tujuan utama dan gak mau berlama-lama di Canmore. Cari punya cari kami putuskan makan di restoran Thailand. Nampak dari luar resto tulisan masakan Thailand yang menggoda. Begitu kami ber-4 masuk ke ‘restoran’, saya berharap kami lagi syuting film, ada kamera gitu yang bisa zoom in zoom out, sayangnya gak ada, jadi memory ini cuma tersimpan didalam lubung hati kami yang terdalam, ihik ihik.

Ceritanya gini, kami berempat ini kan Asian, dua dari Indonesia dan dua lagi dari Vietnam, empat-empatnya murni kagak pake campuran, jadi secara kasat mata empat orang ini Asian bangetlah, disangka Chinese mungkin. Saat kami masuk, dari dalam restoran yang ternyata lebih mirip restoran take out ( cuma ada 4-6 bangku di meja hadap ke jalan mirip warteg di Indo ) dari arah dapur kami disambut kurang lebih 4 chef dan pegawai toko yang kesemuanya bule! Bulenya juga kayaknya bule murni nggak pakai campuran. Nah kalo dibikin filmkan jadi menarik, ini restoran Thailand (Asia)kan? nah, yang jual sama yang mau beli apa kagak kebalik tuh?

Pengennya saya sih langsung balik badan dan say goodbye. Tapi demi menjaga martabat daripada pegawai toko yang ramah-ramah tersebut, maka kami pun memesan makanan kami. Saya pilih Tom Yum Soup, Hadi kalo gak salah ingat pesan PadThai. Saat makanan datang, makanan di taruh dalam wadah kontainer plastik ala take out gitu deh, bikin drop nafsu makan 20%. Saat dimakan, nafsu makan drop lagi 90% jadi total jenderal minus 10%. Dasar bule kali ya, meras jeruk limenya kagak kira-kira… bukannya asem malah pahit tuh Tom Yum Soup saya, hiks hiks.

Karena pengalaman pahit tersebut tidak saya lampirkan nama restorannya. Ada baiknya pas saja sama Canmore, selain jaraknya gak terlalu jauh dari Calgary dan sudah tak begitu jauh juga dari Banff, baiknya makan kenyang dulu di Calgary atau sabar nunggu sampai di Banff atau makan fast food waelah… lebih membahagiakan kayaknya, haha.

Ini pemandangan di Canmore dimana gunung-gunung sudah nampak lebih jelas dan dekat. Saat tiba disini senangnya sudah bukan main, padahal ini mah kagak atau belum ada apa-apanya. Ibarat kalo menang lotere nih, baru menang $5 aja sudah lompat-lompat padahal besoknya bakal menang sejuta dolar, wakakaka.

Salah satu pemandangan di Canmore

Salah satu pemandangan di Canmore

Habis makan siang kami segera lanjutkan perjalanan dan rencananya malam ini kami akan menginap di Lake Louis campsite (Ada baiknya book dahulu campsite sebelum hari H supaya ada jaminan mendapat tempat). Disepanjang perjalanan tidak sekali dua kali kami berhenti di Look Point untuk melihat pemandangan-pemandangan dan bernarsis ria dengan kamera masing-masing. Sesekali berpas-pasan dengan rombongan turis lainnya.

Fast Forward lagi

Kami pun tiba di campsite. Jika memutuskan untuk tidur di tenda selama perjalanan ke Rocky Mountains atau campsite dibelahan hutan manapun, usahakan sudah mendirikan tenda sebelum gelap. Jangan bela-belain pulang dolan baru tujuan akhirnya ke campsite. Why? Becasue :

  • Kalo sudah gelap, pencahayaan kurang, susah pasang tendanya
  • Kalo sudah gelap, susah cari lokasi yang enak buat pasang tenda (biasanya dipilih yang tanahnya sedatar mungkin tanpa ada batu/akar pohon)
  • Kalo sudah kemalaman, bisa-bisa petugas campsite sudah pulang, jadi nggak bisa ambil nomor dan dokumen-dokumen tenda atau nanya-nanya kalo ada masalah
  • Kalo sudah selesai dolan baru masuk campsite apalagi belum pasang tenda, alamat tidur di alam terbuka karena biasanya sudah capai sekali
  • Kalo sudah gelap baru masuk campsite alamat jadi buta alam sekitar, kehilangan orientasi, dimana kamar mandi, dimana ambil air, dimana ini dan dimana itu

Jadi begitu tenda sudah terpasang dan sudah tau lokasi kamar mandi yang ternyata cukup dekat dan bersih dengan air melimpah ruah, kami pun bergegas ke Lake Louis, ke danaunya. Yang konon merupakan danau dengan pengunjung terbanyak, bisa-bisa saat mau foto danaunya kehalangan para turis yang berjejal disepanjang pinggir danau. Walau tujuan utama kami ke Tea House, toh kami harus melalui Lake Louis, jadi sekali tepuk dua lalat penyet.

Part ke 4 ini saya sudahi dulu disini, dijamin cerita part ke 5 nya bakal seru. Salah satunya ada hubungannya dengan foto dibawah ini.

Ketemu mahluk cute satu ini... Obesitas dia... kasihan hehe :D

Ketemu little friend yang cute satu ini… Obesitas dia… kasihan hehe ๐Ÿ˜€

IMG_9118

Ape liat-liat?!

YuTan