Turkish Delight

Kalo dengar kata “Turkish Delight” apa yang ada dalam pikiranmu pertama kali? kalo gua langsung ingat permintaan Edmund pada penyihir putih di Narnia^^.  Di Film, Turkish Delight disajikan dalam wadah yang cantik khas Turki & makanannya juga terlihat enak dengan taburan seperti gula halus, kayak mochi, eh?! Adalah minggu lalu saat rencana nonton film Narnia ke-3 sama suami, tapi ybs ogah kalo kagak nonton seri 1 & 2 nya (takut kejadian kek nonton Harpot lalu, apalagi seri terakhir Harpot dibikin 2… jadinya kagak ngerti awal cerita juga kagak/belum dapat ending filmnya, hahaha) jadinya malam sebelum nonton kita kebut nonton 2 film narnia sebelumnya ^^ hasilnya suami bisa enjoy film ke-3nya yg menurut dia lebih keren dari pada 2 film sebelumnya, ada naga-naganya segala sih hehehe…

Nah, saat ngulang nonton Narnia itulah, gua diingatkan kembali ada sejenis cemilan yang kayaknya enakkkkk benerrrrr… hehehe dasar tukang makan #plak  trus.. trus… tanpa disengaja saat menunggu suami tiba di bioskop, gua liat-liat free magazine yang ada di mall yang kebanyakan isinya tentang pub & restaurant di Halifax, lah kok yaaa bisa-bisanya saat itu melihat iklan dari sebuah restoran Turki dengan nama “Turkish Delight” wuihh pas bener.. pas liat alamatnya ehh… seruas jalan dengan bioskop yaitu di Spring Garden, yukk mari.. habis nonton kita mampir kesana hahaha…

Dengan wajah sumringah habis nonton film anak-anak yang seru ini, kami ke Turkish Delight – Meze & Kebab House, 5680 Spring Garden Road, Gua sih gak yakin mereka jual cemilan Turkish delight, paling nama restorannya aja dinamain begitu supaya mudah diingat, tp paling tidak gua cukup senang mencoba restoran & makanan baru.  Restorannya tidak terlalu kecil juga tidak terlalu luas, hampir semua dinding tertutupi oleh hiasan khas Turki seperti lukisan, patung2, kain, dll. Lampu gantung & hiasan di mejanya juga unik. Keadaan restoran cukup ramai saat kami datang,  60% macam-macam orang & 40% terlihat seperti orang Turki atau sebangsanya.

Menunya juga lumayan cukup beragam, tidak melulu semuanya Kambing/Domba/Lamb, tapi ada ayam, ikan & sapi juga. Ogah mesan yang biasa aja yang bisa ditemukan ditempat lain atau yg bisa dimasak sendiri jadinya gua pesan Lamb Chop Kebab & Hadi pesan special menu untuk hari Selasa itu yaitu Kapsa Pilaf, dua jenis makanan ini disajikan bersama nasi ( beras yang dipakai sepertinya beras jenis brasmati-nya India ) & salad khas Turki, lumayan besar porsisnya tp kok ya habis aja, lapar apa doyan ya? hehehe..

Ember kaleng buat tulang ^^

Lamb Chop Kebab, berisi 3 chop yang super yummy $ 15.66 exc tax 15%

Kapsa Pilaf, Dagingnya terasa 'biasa' saja $13.48 exc Tax 15%

Canary Nest - Makanan penutup $4.31

Daging Lamb Chopnya empuk & gurih, dimakan sama nasi & salad rasanya fresh & jadi berimbang ^^ sedang pesanan hadi katanya biasa saja… dagingnya sempat kucicipi sedikit terasa seperti daging dada ayam yang terasa agak seret, makanan penutup yang kami pesan seperti jajanan jaman gua kecil dulu, yang keras kriuk-kriuk semacam ubi yang dilumuri gula jawa, hanya saja ini ada semacam bau yang khas dan karamel yang digunakan terasa beda plus ada kacang pistachio didalamnya, lumayan enak buat mulut yg habis makan yg asin-asin tp gak terlalu special gimana-gimana banget.

Saat hendak bayar makanan didekat kasir itulah mata gua tertuju pada aneka oleh-oleh khas Turki yang dipajang didekat rak kasir, plengak plengok liat kopi & olive eh.. apa iniiii??? Turkish delight??? wohoooooo…. pas liat harganya $10 beli ahhhhhhhh… penasaran sama isinyaaaaa hahahaha… (dalam hati berkata : cihuiii … kesampain deh makan makanan ini), sampe rumah langsung gak sabar buat nyicip! Dan bener… yang seperti tepung-tepung itu gula halus… Jenis yang kami beli didalamnya lagi-lagi ada kacang pistachio-nya, turkish delightnya sendiri berwarna bening kecoklatan, sudah dipotong-potong dalam bentuk segi empat kecil, mirip mochi.. hanya saja teksturnya lebih liat/legit tidak selembut mochi ( kurang tau apa semua turkish delight bertekstur begini atau yg ini saja kebetulan ‘rada keras’ karena dalam kemasan kotak ), rasanya tentu saja manis… cuma bukan bermaksud lebay, manis dari turkish delight terasa beda, ntah jenis gula apa yang dipakai, sulit dijabarkan dengan kata-kata, pokoknya UENAK TENAN!

Turkish Delight with Pistachio $10

maut banget rasanya, makan 2 potong Turkish Delight... rasa manisnya masih kebayang-bayang sampe esok harinya ^^ #lebay

Niat bercita-cita untuk makan turkish Delight langsung di Turkinya, kalo perlu yang disajikan dirumah-rumah penduduk aslinya, huahahahaha… ^^ Eh, beneran… kalo ada cukup dana, salah satu tempat yang niat banget untuk bisa dikunjungi bukan Amrik, bukan Eropa, tapi TURKI. Sejarah kotanya yang bikin penasaran… mau napak tilas perjalanan Rasul Paulus disini, wakakaka…  doakan kesampaian ya…^^

Beberapa foto lain yang dijepret dengan Xperia 10 malam itu

Mulai nampak gemuk ginuk ginuk gak? timbangan segitu-gitu aja tuh padahalnya ^^

Meja

salah satu sudut ruangan

Bagian depan Restoran

Tesekkur Ederiz ( Thank You very much/ Merci ) for reading my blog! XD

YuTan

The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader

[MovieTalks]

The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader

Narnia is comeback! gaung kehadiran film ini tidak semenggelegar seperti saat seri ke-2nya muncul, mungkin  perhatian pecinta film telah banyak tersedot ke Harry Potter ^^ Sejak di-film-kan (kembali) pada tahun 2005 kemudian 2008 dan tahun 2010 ini nampaknya kita cukup sabar juga ya menanti seri-seri selanjutnya muncul, kita menanti bertahun-tahun. Lihat saja pemeran filmnya bahkan sudah tumbuh dewasa, Lucy si bungsu yang pertama masuk kedunia narnia saat di seri The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe masih imut-imut eh sekarang sudah remaja ^^ trus… apakabar kita sendiri ya? hahaha…

Untuk yang sudah baca bukunya  gak akan kecewa dengan film ini, so far itu yang gua rasakan. Animasi dalam film sangat halus padahal bisa dipastikan semua palsu hehehe… sedikit yang beda adalah kadar keseraman antara film & buku, bisa saja karena via buku alur cerita menjadi lebih lambat dan kita bermain dengan imajinasi kita, saat di table of Aslan, di Deathwater Island saat seorang Lord yang membeku menjadi emas, saat kapal memasuki Last island dimana mimpi buruk bisa menjadi kenyataan seingatku waktu membacanya sampe nahan nafas, hehehe…

Buat yg belum baca, ini 7 seri Narnia yang layak di koleksi!

Beberapa hal  rohani yang disisipkan C.S Lewis dalam seri ini sesuai tangkapan gua adalah sebagai berikut :

a. Eutase, seorang anak yang sombong/jahat/egois/tidak sopan/yang jelek-jelek deh… sampe rasanya pengen banget benyekin nih anak hehe… mana pemerannya di film ini muka dan alisnya unik habis… bikin dia makin ‘berkarakter’ hehe… karena ketamakan & kejelekannya akhirnya dia berubah menjadi Naga bowww…. baru kali ini ada naga nangis dan mau kabur hihihi… begitu dia sudah menyadari kesalahannya baru Aslan merubahnya kembali menjadi anak laki-laki <– Kadang kita diberi sesuatu yang buruk agar kita menyadari/intropeksi kesalahan kita.

b. Lucy, yang kepingin cantik seperti kakaknya (Susan) di film diterjemahkan dengan cukup apik, bagaimana seorang Lucy begitu ‘termakan’ dengan hasratnya ingin serupa dengan kakaknya,  satu kalimat indah dr Aslan ” You’ve missed value yourself, you the one who bring them to narnia, don’t you remember it?” (kira2 gitu sih ngomongnya tadi ahahah) <– Kadang dan bahkan sering dan selalu kita merasa rumput tetangga lbh hijau, kadang kita ingin seperti si A si B dan lupa menyadari bahwa kita sangat berharga dimata Tuhan. Setelah menyadari Lucypun bs berkata kpd seorang anak yang berkata jika dia dewasa nanti ingin seperti Lucy ” When you grown up, You just will be like you!”

c. Edmund, kasihan bocah ini… dari seri pertama sampe seri ketiga selalu dihantui dengan masalah ingin menjadi yang nomor satu alias tidak mau dibayang2in oleh Kakaknya Peter atau bahkan sekarang oleh Prince Caspian, belum lagi itu penyihir putih terus menggoda, untungnya dia berhasil lolos dari semua godaan & pikiran negative tsb <– Kadang kita juga seperti itukan? ingin lebih unggul dan wah, bahkan kita rela mengganti sesuatu yg berharga dengan sampah hanya karena kenikmatan sesaat atau krn egois semata.

d. Aslan, sudah sangat jelas sebagai analogi dari Tuhan. Saat dia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan/menggantikan Edmun di seri pertama dan kemudian bangkit terlihat seperti kisah apa hayoo? Yup! Kristus saat mengorbankan dirinya di Salib demi menebus dosa kita dan membayar kita lunas dari jeratan maut. Di seri ini ketika Lucy harus berpisah dan dipastikan dia tdk akan kembali ke Narnia lagi, Aslan berkata dia juga ada dinegeri sana.

Hint2 lainnya silahkan kalian temukan sendiri ya ^^ Clive Staples Lewis (29 November 1898 – 22 November 1963) emang penulis yang keren, Narnia adalah tulisan fiksinya yang ditulis untuk cucunya (kalo gak salah pernah baca begitu), bukunya yang lain yang asyik dibaca adalah The Screwtape Letters buku tentang paman setan & keponakannya yang surat-suratan, beneran… surat-suratan… lucu deh (ceritanya sikeponakan diutus kedunia untuk menggoda manusia, kadang dia gagalkan… nah si paman memberi nasehat2, hati-hati jgn salah pas baca buku ini, kalo dibilang musuh dalam buku ini, itu maksudnya Tuhan ^^)<– jadi OOT dikit gak apa-apa ya.. emang seru sih ngomongin Om Lewis… mana sobatan ama J.R.R Tolkien lagi yang nulis Lord of the ring, duhh… tambah ‘nyembah-nyembah’ deh gua ama keahlian mereka merangkai kisah dan cerita ^^

Clive Staples Lewis aka CS Lewis aka Jack!

Beruntunglah kita yang masih hidup dijaman ini… pembuat film sudah super canggih… imajinasi kita yang berkembang dr membaca serial ini bs diterjemahkan dengan apik, coba liat deh seri TV kisah ini yang dibuat di tahun 80an akhir… masih jadul kalo kita nyebutnya sekarang hehehe… dulu pernah beli VCDnya, lucu juga kalo dibandingin ^^ overall… Narnia belum pernah mengecewakan! Oh ya… ribut-ribut soal film ini, konon banyak ABG ( krn pemainnya kebanyakan masih ABG juga kali ya ) yang habis nonton serial ini pd heboh membandingkan gantengan mana antara Edmund dan Caspian, busyet… ya jelas Caspianlah! *gubrak!!!* <– tante-tante ikyut2an ribut siapa yang gantengan LOL

Seri ke 3 ini peperangan terjadi antara para Narnians dengan kuasa kegelapan dengan macam-macam jebakannya ( harta, mimpi, keinginan terpendam,dll ) jika kita flashback, seri 1 peperangan antara Narnian dengan si penyihir putih yang menguasai Narnia dan membekukannya hingga ratusan tahun, kemudian seri 2 peperangan narnians dengan human/manusia yang dipimpin oleh Miraz yang dengan usaha liciknya berusaha memusnahkan Narnia dan para narnians.

Apakah yang belum/tidak nonton seri 1 dan seri 2 (versi film, kalo versi buku urutannya beda ) bisa tetap enjoy langsung nonton yang ke 3? bisa-bisa aja.. tapi akan lebih afdol kalo sudah nonton, apalagi jika seri 1 dan 2nya direfresh sesaat sebelum nonton yang ke3, dijamin makin asyik karena makin dapat menjiwai (like what I did, kebut 2 film malam sebelumnya hahaha… sekalian biar suami nonton dan ngerti awalnya dan gak ngomel-ngomel merasa gak ada awal gak ada ujung saat diajak nonton Harpot terakhir hehehe)

Trailer :

Semoga mereka bikin lagi seri selanjutnya… ^^

YuTan