The Journey of a thousand lakes & rocky mountains [Part 4]

Before I start blogging about this part 4, here the pictures of my breakfast while we stayed in the hotel ( Vancouver and Calgary ). Soon, I’ll miss this breakfast menu, haha.

Nice breakiesss!

Tidak banyak yang bisa saya share selama kunjungan kami ke Calgary, cuma 3 hari 2 malam dengan 2 hari diantaranya hanya setengah hari. Yang jelas kota Calgary-nya sendiri jauh dibawah ekspetasi saya. Jalan rayanya cenderung sempit, sedang banyak perbaikan jalan, pembangunan gedung pencakar langit baru dan suasana pusat kota yang berubah sepi senyap setelah habis jam pulang kantor.

Kota yang satu ini memang unik dibanding kota lain di Kanada. Berikut beberapa yang bisa saya beri contoh (background singkat : Kota Calgary atau provinsi Alberta adalah provinsi terkaya di Kanada karena hasil minyak-nya, daratannya datar alias hampir tidak ada tanjakan/turunan,  lokasi salah satu penemuan terbesar fosil Dinosaurus, terkenal dengan daging sapinya) :

  • Tidak ada pajak daerah, mereka hanya ada pajak pemerintah pusat 5% (kota lain bisa kena 10-15%)
  • MRT-nya kalo naik dan turun masih di tengah kota, gratis tis tis.
  • Harga hotel di weekend lebih murah daripada harga hotel di weekday (kalo weekend jadi sepi karena orang lebih pilih pergi/stay di Banff)
  • Toko-toko atau mall downtown tutup antara jam 4 s/d 6 sore
  • Majalah gratis  “where” yang ada disetiap kota di Kanada (memuat tujuan wisata, restaurant, etc) khusus untuk Calgary berukuran magazine (A4) sedang kota lain hanya uk. A5 (1/2 folio)

Selama di Calgary saya sempat laundry pakaian kotor selama di Vancouver, Ini akibat perjalanan panjang dan cuma bisa bawa tas ukuran sedang. Sama seperti di kota lain, kalau bisa jangan laundry di hotel karena harganya akan mahal sekali, walau memang lebih nyaman karena tidak perlu ditunggu dan sudah dalam keadaan dilipat rapi, haha.

Saya juga belanja keperluan sehari-hari (makanan dan air terutama) untuk dibawa selama jalan-jalan ke Rocky Mountains nanti. Kebanyakan yang dibeli adalah makanan untuk sarapan seperti roti,buah,selai,susu/kopi dan biskuit. Beli juga air minum dalam botol dan aneka snack dan candy buat cemilan selama didalam mobil supaya tidak bosan dan ngantuk. Semua sudah dalam perencanaan sehingga semua yang dibeli kudu muat di bagasi.

Ohya, mobil untuk dipakai selama perjalanan ke RM juga kami sewa di Calgary. Dengan promosi dari kartu kredit yang dapat asuransi gratis kami sewa di Budget Rent A Car. Kami pilih sedan full size dengan harapan dalamnya lebih luas, toh harganya sama dengan sedan ekonomi. Sewa 5 hari termasuk additional 1 driver total habis $225 (tax included) dan bensin habis sekitar $150. Mobil jenis ini cuma pas buat ber-4 walau bisa didudukin untuk ber-5. Dan karena kami genap ber-4 maka harga segitu dibagi 4 jadi hanya sekitar $100 per orang. Menurut saya sangat ekonomis karena dengan harga segitu kami bebas kemana saja dan tidak terikat oleh waktu, kondisi mobil juga bagus dan nyaman. Enaknya lagi saat ambil mobil, kami ambil di lokasi yang terdekat dengan hotel kami menginap dan saat dikembalikan, kami kembalikan di bandara dengan proses pengambilan/pengembalian yang tidak lama dan ribet. (ini harga August, 2012)

Ditengah waktu yang sempit dan kudu urus ini itu, saya sempat ketemu teman yang dulunya sama-sama ambil kelas di ISIS Halifax. Saat ini dia tinggal di Calgary ikut suami yang dapat kerja disana. Karena itu saya sempat menjelajah kota Calgary dan tidak hanya di pusat kotanya saja. Kami janjian di South Centre Mall yang letaknya agak jauh dari pusat kota. Mallnya gede dan mewah. Selama perjalanan menuju mall saya melihat suasana kota Calgary, Highway-nya, rumah-rumahnya, sedikit banyak mirip Halifax/Dartmouth namun dalam skala lebih besar, haha.

Supaya gak bosa baca tulisan terus, ini saya sisipkan foto makanan yang saya makan di Foodcourtnya mall, Baklava. Terpujilah wahai pencipta Baklava dimanapun kau berada!

IMG_1606

Baklava

Tak lupa, kami juga mencoba makan steak. Sama kayak di Vancouver katanya gak afdol kalo gak makan sushi, di Calgary gak sah kalo belum makan steak-nya. Udah jauh-jauh ke tempat coboy gitu kali maksudnya, haha. Rasa steak-nya sih sama-sama saja, mungkin karena saya juga gak expert dalam per-steak-an, yang jelas harganya gak murah walau mereka penghasil daging sapi terbesar (?) di Kanada.

IMG_1595

Steak with Mushroom Soup, Yum!

Fast forward!

Tibalah hari yang ditunggu-tunggu… Mobil sewaan saya ambil/sewa sehari sebelum berangkat untuk keperluan belanja dan laundry serta tidak ingin kehilangan waktu di pagi hari H tersebut sehingga malamnya kudu diparkir. Tarif parkirnya mahal bowwww… saya lupa, kayaknya sekitar $15-25 overnight di hotel tempat kami inap. Masalah utama kota besar di Kanada ini ya ini salah satunya, kalo tidak mendesak, jangan parkir mobil di downtown, harganya gak manusiawi, hiks.

Sehabis sarapan terakhir kalinya sebagai kaum ninggrat di hotel, kami meluncur ke bandara untuk menjemput 2 teman yang datang langsung dari Halifax. Syukur pesawatnya ontime. Mereka terbang dari Halifax subuh sekitar jam 5 pagi dan berkat perbedaan waktu mereka pun tiba sekitar jam 10 pagi sahaja di Calgary airport. Sebelum langsung tancap gas ke arah Banf, kami ling keliling dulu sekali lagi di dalam kota Calgary. Maklumlah imigran… kerjanya liat-liat suasana kota lain, karena siapa tau minat atau suatu hari kudu migrasi lagi ke kota lain di Kanada, haha.

Jadwal hari pertama tersebut cukup padat merayap, ogah rugi judulnya. Berikut jadwal perjalanan kami di Day 1 sesuai catatan yang ada :

WED, AUG/22
08:00 BREAKFAST at the hotel
09:30 To Calgary airport
10:10 Anh+Yen arrives in Calgary (AC123/AC117)
10:45 Drive to Canmore
12:30 LUNCH at Canmore
13:30 To Lake Louise visitor centre at Samson Mall
14:30 Check-in, setup tents
15:00 Hiking to Tea House at Lake Agnes/Lake Mirror (4 hrs return)
17:00 DINNER at Tea House
19:30 To Moraine Lake (15 mins)
20:30 To Campsite (15 mins)

Perencanaan matang seperti ini sampai ke jam jam-nya perlu. Walau tidak mesti tepat sekali pada saat prakteknya. Ini lebih kepada supaya enak aja memperkirakan waktu yang akan terpakai selama perjalanan. Ini juga perlu kalo tujuannya dalam tempo seseingkat2nya mendapat sebanyak-banyaknya. Kalo tidak ada jadwal model gini, alamat habis waktu gak karu-karuan atau malah kebanjiran waktu dan gak tau mau ngapain. Estimasi waktu dalam perjalanan didapat dari hasil search di website, google map dan pengalaman pribadi.

Jelas sekali highlight hari pertama ini adalah Tea House di Lake Agnes yang perlu menghabiskan 4 jam untuk sampai kesana dengan jalan kaki di mulai dari Lake Louis. Usahakan dalam tiap hari ada highlight location atau aktifitas yang ingin dilakukan. Dimana nantinya lokasi/aktifitas ini akan kita beri waktu lebih leluasa untuk menikmatinya, kita beri budget lebih leluasa juga untuk dibelanjakan. Bukan berarti tempat atau kegiatan lain tidak boleh dinikmati berlama-lama, apalagi kalo bagus kan? Nanti kalian akan ngerti kenapa saya bilang perlu ada satu highlight kegiatan/lokasi selama dolan di Rocky Mountain (tentu dengan catatan, waktu dan dana anda terbatas. Kalo waktu & dana tidak terbatas? ya sesuaikan saja dengan kemana kaki anda melangkah, suka stop, nggak suka jalan).

Sepanjang perjalanan mulai dari bandara sampai dengan Canmore lebih banyak diisi dengan perbincangan seputar kabar, kangen-kangenan, ledek-ledekan, cerita betapa excitednya kita, dll dan tentu saja sesekali mengomentari suasana yang kami lihat selama perjalanan. Selama perjalanan ini pun pemandangan masih ‘biasa’ dari kejauhan sudah nampak sih gunung-gunungnya.

Boleh dikata sepanjang perjalanan dari Calgary – Canmore – Banff – Jasper itu ibarat kalo nyanyi ada cresendo-nya, ituloh… tehnik/metode nyanyi dari pelan kemudian pelan-pelan naik terus sampe keras. Jadi dari biasa, mulai gak biasa, asyik, asyik banget, wow, wow banget, spektakular sampe terakhir nganga mulutnya, lupa tutup saking dasyatnya. Teorinya sih makin jauh dari hiruk pikuk manusia, alamnya makin asli dan asri. Jam juga menentukan kualitas pemandangan. Semakin pagi dimana manusia-manusia masih terlelap semakin asri dan menawan, khususnya danau-danaunya terlihat lebih cantik di saat pagi hari.

Ada kejadian lucu saat kami cari makan siang setelah masuk kota Canmore. Sesuai kesepakatan ini hanya makan siang asal lewat, alias kagak perlu fancy2an dan toh nguber waktu ke tujuan utama dan gak mau berlama-lama di Canmore. Cari punya cari kami putuskan makan di restoran Thailand. Nampak dari luar resto tulisan masakan Thailand yang menggoda. Begitu kami ber-4 masuk ke ‘restoran’, saya berharap kami lagi syuting film, ada kamera gitu yang bisa zoom in zoom out, sayangnya gak ada, jadi memory ini cuma tersimpan didalam lubung hati kami yang terdalam, ihik ihik.

Ceritanya gini, kami berempat ini kan Asian, dua dari Indonesia dan dua lagi dari Vietnam, empat-empatnya murni kagak pake campuran, jadi secara kasat mata empat orang ini Asian bangetlah, disangka Chinese mungkin. Saat kami masuk, dari dalam restoran yang ternyata lebih mirip restoran take out ( cuma ada 4-6 bangku di meja hadap ke jalan mirip warteg di Indo ) dari arah dapur kami disambut kurang lebih 4 chef dan pegawai toko yang kesemuanya bule! Bulenya juga kayaknya bule murni nggak pakai campuran. Nah kalo dibikin filmkan jadi menarik, ini restoran Thailand (Asia)kan? nah, yang jual sama yang mau beli apa kagak kebalik tuh?

Pengennya saya sih langsung balik badan dan say goodbye. Tapi demi menjaga martabat daripada pegawai toko yang ramah-ramah tersebut, maka kami pun memesan makanan kami. Saya pilih Tom Yum Soup, Hadi kalo gak salah ingat pesan PadThai. Saat makanan datang, makanan di taruh dalam wadah kontainer plastik ala take out gitu deh, bikin drop nafsu makan 20%. Saat dimakan, nafsu makan drop lagi 90% jadi total jenderal minus 10%. Dasar bule kali ya, meras jeruk limenya kagak kira-kira… bukannya asem malah pahit tuh Tom Yum Soup saya, hiks hiks.

Karena pengalaman pahit tersebut tidak saya lampirkan nama restorannya. Ada baiknya pas saja sama Canmore, selain jaraknya gak terlalu jauh dari Calgary dan sudah tak begitu jauh juga dari Banff, baiknya makan kenyang dulu di Calgary atau sabar nunggu sampai di Banff atau makan fast food waelah… lebih membahagiakan kayaknya, haha.

Ini pemandangan di Canmore dimana gunung-gunung sudah nampak lebih jelas dan dekat. Saat tiba disini senangnya sudah bukan main, padahal ini mah kagak atau belum ada apa-apanya. Ibarat kalo menang lotere nih, baru menang $5 aja sudah lompat-lompat padahal besoknya bakal menang sejuta dolar, wakakaka.

Salah satu pemandangan di Canmore

Salah satu pemandangan di Canmore

Habis makan siang kami segera lanjutkan perjalanan dan rencananya malam ini kami akan menginap di Lake Louis campsite (Ada baiknya book dahulu campsite sebelum hari H supaya ada jaminan mendapat tempat). Disepanjang perjalanan tidak sekali dua kali kami berhenti di Look Point untuk melihat pemandangan-pemandangan dan bernarsis ria dengan kamera masing-masing. Sesekali berpas-pasan dengan rombongan turis lainnya.

Fast Forward lagi

Kami pun tiba di campsite. Jika memutuskan untuk tidur di tenda selama perjalanan ke Rocky Mountains atau campsite dibelahan hutan manapun, usahakan sudah mendirikan tenda sebelum gelap. Jangan bela-belain pulang dolan baru tujuan akhirnya ke campsite. Why? Becasue :

  • Kalo sudah gelap, pencahayaan kurang, susah pasang tendanya
  • Kalo sudah gelap, susah cari lokasi yang enak buat pasang tenda (biasanya dipilih yang tanahnya sedatar mungkin tanpa ada batu/akar pohon)
  • Kalo sudah kemalaman, bisa-bisa petugas campsite sudah pulang, jadi nggak bisa ambil nomor dan dokumen-dokumen tenda atau nanya-nanya kalo ada masalah
  • Kalo sudah selesai dolan baru masuk campsite apalagi belum pasang tenda, alamat tidur di alam terbuka karena biasanya sudah capai sekali
  • Kalo sudah gelap baru masuk campsite alamat jadi buta alam sekitar, kehilangan orientasi, dimana kamar mandi, dimana ambil air, dimana ini dan dimana itu

Jadi begitu tenda sudah terpasang dan sudah tau lokasi kamar mandi yang ternyata cukup dekat dan bersih dengan air melimpah ruah, kami pun bergegas ke Lake Louis, ke danaunya. Yang konon merupakan danau dengan pengunjung terbanyak, bisa-bisa saat mau foto danaunya kehalangan para turis yang berjejal disepanjang pinggir danau. Walau tujuan utama kami ke Tea House, toh kami harus melalui Lake Louis, jadi sekali tepuk dua lalat penyet.

Part ke 4 ini saya sudahi dulu disini, dijamin cerita part ke 5 nya bakal seru. Salah satunya ada hubungannya dengan foto dibawah ini.

Ketemu mahluk cute satu ini... Obesitas dia... kasihan hehe :D

Ketemu little friend yang cute satu ini… Obesitas dia… kasihan hehe 😀

IMG_9118

Ape liat-liat?!

YuTan

The Journey of a thousand lakes & rocky mountains [Part 1]

Ini tulisan mengenai perjalanan saya dan suami ( serta 2 orang teman yang menyusul kemudian ) ke Vancouver, Calgary & beberapa National Park ( Banff, Yoho & Jasper di Provinsi Alberta ) selama 10 hari. Perjalanan dilakukan sekitar tiga bulan yang lalu, tepatnya di pertengahan akhir bulan Agustus 2012. Karena tulisannya akan super panjang maka akan saya buat menjadi dua bagian, biar serasa kayak Twilight – Breaking Dawn Saga, ada part one dan part two. LOL  tiga atau bahkan empat bagian. Ya jadi kayak Twilight dah dimana 3 buku jadi 4 film. Diusahakan tidak sampai jadi seperti serial Harry Potter dimana 7 buku jadi 8 film, hehe.

[Note]

Ini tulisan dibuat dari perspektif :

Seorang turis yang baru pertama kali berkunjung ke lokasi-lokasi tersebut dan yang melakukan perjalanan ala backpacker selama di National Park dan semi backpacker selama di kota.

Seluruh isi tulisan, khususnya tip dan trik dan cerita bole bolonya lebih berfokus pada perjalanan selama di Rocky Mountains namun saya akan ceritakan secara kronologis perjalanan kami sejak dari Toronto – Vancouver – Calgary – Banff – Jasper – Yoho – Banff – Calgary – Toronto. Jika anda hanya butuh informasi selama perjalanan ke National Park, saya mengwajibkan anda baca seluruh judul blog ini yang mungkin akan terdiri dari 3 seri paling sedikit, karena disana sini mungkin akan terselip informasi yang berguna mengenai trip ke RM ( maksa dot com ) hehe.

Rencana dan persiapan perjalanan

Manusia boleh berencana namun Tuhan jualah yang menentukan. Saya, suami dan beberapa teman berencana suatu hari nanti ingin melancong bersama-sama ke Rocky Mountains ( yang meliputi Banff, Yoho & Jasper National Park, Canada ). Yang konon sangatlah spektakular dan one life time experience, the place that you want to come before you die, Ya segitu lebay-nya lah orang-orang mempromosikan keindahan tempat ini. Namun apalah daya, walau berdomisili di Kanada, impian ke daerah sana harapannya cukuplah tipis. Apalagi saat itu kami masih tinggal di Halifax, bagian paling timurnya Kanada, sedang daerah Rocky Mountain terletak di wilayah barat Kanada.

Melihat harga tiket pesawatnya saja sudah bikin merinding atau sekurang-kurangnya malah jadi mikir lebih baik pulang kampung aka dolan ke tanah air beta Indonesia kalau punya dana segitu. Namun seperti saya katakan diatas, manusia berencana Tuhan jualah yang menentukan. Bukan saja kami kemudian dapat melancong kesana tapi kami juga hanya mengeluarkan separuh biaya yang semestinya, dikasih dua orang teman seperjalanan yang dapat mengikuti trip ini dari very short notice yang kami beri. I cannot complaint. God is good.

Begitu sudah ada kepastian keluarnya permit boleh ambil cuti. Maka berita ini segera kami layangkan ke teman-teman yang dulu kita sempat berangan-angan untuk pergi bersama tersebut. 1 orang akan kesana juga tapi bersama keluarganya yang datang dari Indonesia dan selisih 1 minggu lebih lambat dari jadwal perjalanan kami, 1 pasang teman terpaksa tidak bisa ikut atau berusaha ikut karena sudah terlanjur beli paket tur ke Cuba sejak awal tahun sehingga mustahil untuk dapat cuti atau ada dana sisa untuk melakukan trip jauh dan makan banyak biaya, sisa 1 pasang teman yang domisili di Halifax yang pada awalnya saya sendiri pesimis kalau mereka mau atau bisa join. Walau memang sejak Juni sudah saya tiup-tiup informasi soal tunda semua rencana jalan-jalan karena ada kemungkinan kita akan ke Rocky Mountain, please stay tune, hahaha… very confident. So, begitu sudah pasti waktu itu sudah masuk bulan Juli, alhasil hanya punya waktu sekitar 1 1/2 bulan persiapan. Tak disangka-sangka mereka bilang Yes, we’re in!

Tuhan itu luar biasa, bisa-bisanya Dia menyanggupi sepasang teman yang secara lokasi ‘terpaksa’ keluar dana lebih banyak untuk tiket pesawat, mengatur sejak lama bahwa teman ini punya Om di Edmonton (salah satu kota di Alberta) yang mengharapkan mereka untuk suatu kali mampir menengok beliau sekeluarga, memberi kami teman seperjalanan yang punya concern yang sama soal dana perjalanan yang irit ( not to try to blame or judge another friends who probably won’t stay at tent and prefer stay at hotel, it’s okay though. We just cannot afford it, hmm… we can (kalo terpaksa, ya kannnn? :p ) but we prefer to spend as low as possible ), Kami ber-empat pun sama-sama belum diberi anak kala itu, sehingga lebih bebas bergerak dan bepergian dibandingkan misal sudah punya baby. Perjalanan ini pun jatuh di hampir akhir libur summer, sehingga harga-harga sudah lebih murah dan lokasi-lokasi wisata tidak sepadat pada peak liburan summer. So, How awesome our God? He is the planner. All credit go to Him.

Begitu  teman bilang oke. Maka babak selanjutnya adalah beli tiket pesawat dan mulai googling sana sini dan tanya sana sini mengumpulkan informasi sebanyak mungkin. Adapun perjalanan bersama teman hanya saat di National Park saja. Kami jemput mereka di bandara Calgary dan kemudian langsung melanjutkan perjalanan ke Rocky Mountains selama 4 hari 3 malam sebelum kami drop mereka di stasiun Bus untuk mereka lanjutkan perjalanan ke Edmonton dan kami lanjut ke Calgary untuk pulang ke Toronto keesokan harinya.

Agenda ketika hanya berdua selama di Vancouver dan Calgary tidak terlalu dipikirkan diawal karena mostly kalo jalan-jalan ya cuma saya sendiri terus yang namanya di kota ya paling gitu-gitu aja kan? jadi kami pull a side dulu perincian ittenary selama di dua kota tersebut dan lebih fokus ke detail perjalanan selama di National Park. Bukan saja karena ini melibatkan orang lain tapi juga karena sempitnya waktu yang dimiliki membuat kami harus waspada jangan sampai salah atur sehingga habis waktu dan biaya. Sudah disinggung diatas ini mungkin akan jadi one life time experience, mungkin gak bisa atau akan kembali kesini lagi, jadi waktu yang ada harus dipakai semaksimal mungkin.

Kepala saya sampai cenat cenut ketika menelusuri forum demi forum di Internet yang membahas perjalanan ke lokasi ini. Saya tidak mau hanya mengandalkan informasi dari website tempat wisata yang tentu menyiarkan yang indah-indah saja atau lebih tourist oriented, saya lebih prefer ala backpacker dimana dengan biaya serendah-rendahnya tapi bisa mendapatkan semaksimal-maksimalnya sama seperti para turis yang uangnya tidak berseri, Ha!

Pengaturan detail rencana perjalanan saya hanya pakai kata “saya” karena secara tidak langsung saya ditunjuk sebagai pengatur perjalanan, tiga yang lain juga melakukan survey dan searching, sehingga begitu saya kirimkan email v.01 mereka sudah ngeh apa yang saya maksud, baik karena mereka sudah pernah baca/tahu atau pasrah saja sama pilihan saya, mereka pun sesekali memberi usul. Mungkin ada sekitar 5 email yang hanya bahas soal tempat yang akan dikunjungi dan tempat inap. Cukup efisien karena semua ngerjain PRnya masing-masing. Banyak email tek tok lebih kepada urusan bole bolo karena terlalu excited, haha.

Gak seru kalo semua lancar mulus tanpa halangan. H minus 2 minggu kalo tidak salah. Katanya ada sedikit perubahan jadwal. What?! Yang kalo sampai itu terjadi, tidak banyak sih ‘kerusakan’ yang akan terjadi, hiks hiks. Paling dari awal yang rencana punya perjalanan wisata hemat menjadi super boros dan tidak penting. Saya pun loyo dan tidak bersemangat lagi, haha. Loyo tinggal loyo, lemes tinggal lemes, show must go on. Doa saya kencengin… haha. Berharap tetap stay dengan jadwal semula, berharap tidak perlu ubah tiket pesawat (walau dengan terpaksa tetap cari-cari informasi soal ganti tiket), berusaha tetap calm walau hati sungguh cemas. In short, semua kembali ke selera asal, eh maaf maksudnya semua kembali ke posisi semula. Mulus tanpa cacat! See? The power of Pray!

Judulnya kalo mau wisata hemat, biaya yang paling cepat untuk dihemat adalah biaya akomodasi. Ya, tempat tinggal! Pilih saja mulai dari Hotel Bintang 5, Jadi Hotel bintang 3, turun lagi jadi Villa, Cottage, Hostel, turun lagi ke kamar dorm, turun lagi ke TENDA! kalo perlu numpang di rumah saudara teman dan handai taulan, hehe. Kok untuk Tenda hurufnya lu gedein sih YuTan? Iya, habis special sih… kayaknya cuma di daratan Amerika Utara sini deh yang umum kalo jalan-jalan disaat summer atau ketika cuaca cukup warm untuk tinggal di tenda, nggak melulu pas jalan ke hutan loh, ke kota pun alternatif ini cukup populer. Gak pernah dengarkan kalo misal orang Jogya pas jalan-jalan ke Jakarta trus pilih/bisa tinggal di tenda. Disini cukup banyak campground, baik di Provincial Park, National Park sampai di dalam kota, ya tentu gak persis sis ditengah kota tapi cukup dekat.

Sayangnya tidak semua orang rela/mau/bisa/pilih tidur di tenda. Kita juga ogah sih kalo duitnya ada, hahaha tapi karena bisa hemat banyak dan lagian namanya jalan-jalan pasti waktunya habis di jalan/lokasi wisata. Jadi buat apa sewa hotel atau Cottage bagus-bagus tapi cuma buat tidur dan mandi? Terus kalo sudah satu malam di tenda ya kenapa juga malam-malam berikutnya harus di hotel? itu namanya cari perkara karena gotong-gotong tenda dan sleeping bag hanya untuk di pakai  satu malam.

Pilih tidur di tenda bukan perkara sudah hemat sekian dan sekian. Faktor keberuntungan sangat penting dalam situasi demikian. Kalo sampai hujan maka judulnya hemat plus nelongso. Nggak pakai hujan saja sudah berat buat sebagian besar manusia apalagi pake hujan. Rempong booookkkk kata penghuni taman lawang.Tapi selama kita masih tinggal di bawah kolong langit, ada harga ada barang. Kalo cuma sanggup bayar harga segitu ya kudu terima sepaket plus dan minusnya juga. No complaint gitu. Kalo cuma mau bayar harga campground tapi mau nikmat kayak hotel bintang 5 ya ke laut aja sono, nyemplung trus jangan nimbul-nimbul lagi, hihi.

Kelebihan pilih tidur di tenda selain jauh lebih hemat juga pengalamannya beda. Kalo pergi sama pasangan atau teman bisa jadi ajang belajar kesabaran, toleransi, berbagi, gotong royong. Yang ujung-ujungnya kalo bisa melewati semua dengan baik akan ada ikatan yang lebih kuat. Ah bisa-bisa lo aja itu YuTan. Gak percaya? Coba aja… p butuh satu trouble maker aja kok maka akan rusak semua-semuanya. Ya jadwal perjalanan rusak, mungkin jadi buang waktu, dan yang paling parah adalah rusak mood semua rombongan. Yang pilih tidur di hotel yang cuma buka pintu pake kunci, lima langkah sampai ke toilet, sprei dan ranjang sudah rapi tinggal rebahin badan, pas mau check out tinggal ambil barang pribadi dan tutup pintu, gak usah peduli sprei, bantal, sabun, handuk berceceran dimana-mana saja bisa bikin masalah, bayangkanlah kami atau mereka yang tidur di tenda. Kemungkinan errornya naik 500%. So banggalah kalo semua lancar dan happy terus sampai akhir.

Tidak perlu malu kalo hanya sanggup tinggal di tenda di Amerika Utara sini, malah kalo boleh bangga atau dongak dikit dagunya karena hanya sedikit melayu yang sanggup begitu disini hahaha kidding. Bule-bule atau orang yang lama tinggal disini itu konon selalu bilang  “Nggak sah kamu ngaku-ngaku Canadian kalo camping ( artinya pasti tidur di tenda ) saja belum pernah“. Buktinya apa YuTan? Yah gimana gak umum kalo bisa ngebook campground di saat musim panas saja sudah boleh bikin syukuran karena masih berkesempatan, sering-sering sudah fully booked, apalagi wilayah yang populer.

Kekurangan pilih tidur di tenda adalah waktu yang harus di spare untuk bangun dan bongkar tenda, jika dari awal sampai akhir kering maka lebih mudah, tapi kalo pake hujan walau gerimis, waktunya jadi lebih lama karena kudu bersih-bersih dan lap kering. Terutama kalo pake tenda sewaan seperti kami, jangan sampai yang nyewain ngedumel ngedamprat pas ngebersihin tenda bekas kita sewa, bisa sial hahaha oke yang bagian sial cuma bisa-bisanya saya saja, gak sampe sial kok, cuma jadi bad impression saja . Faktor kedua adalah tempat mandi atau toilet yang jaraknya seringkali agak jauh dari tenda.Tentu kalo mau dipanjangin soal kekurangan dan kelebihan bertenda dibanding kalo inap di hotel gak akan habis sampai 2-3 blog.

Penghematan secara cepat nomor dua adalah masalah transportasi. Saya tetap kagum sama para backpacker yang tidak bisa sewa mobil dan terpaksa dolan ke Rocky Mountain dengan hanya mengandalkan kendaraan umum dan kayaknya sesekali nekat minta tumpangan. Tentu daya jangkau wilayah mereka menjadi sangat sangat terbatas, tapi tetap loh, mereka judulnya wisata ke Rocky Mountain. Saya tidak anjurkan ke Rocky Mountain dengan memakai jasa tur dengan bus dan segroup manusia, kecuali dengan amat sangat terpaksa. Tadinya saya pikir paling ideal untuk backpacker ke RM itu menggunakan RV ( trailer yang berfungsi sebagai tempat tinggal & kendaraan ), tapi ternyata ongkos sewa RV onde mande, setara dengan kalo tinggal di hotel, Yo opo maneh yo?.

Ntar lah kalo ada rejekinya, pengen juga punya pengalaman ber-RV ria. Kayaknya cocok buat keluarga yang punya anak bahkan bayi sekalian. Karena segala sepeda bisa diangkut, beberapa RV bahkan dilengkapin dengan dapur sehingga bisa menghemat dari sisi makanan. Jalan-jalan pakai RV mungkin bisa dimasukan dalam istilah Advanced Backpacker, LOL Karena lebih maju setingkat walau tetap ‘ngegembel’ di campground.

Kami saat itu sewa full size sedan. Karena berjumlah 4 orang dewasa maka ukurannya pas. Agak sempit bagasinya karena ketambahan 2 tenda beserta perlengkapan camping. Padahl masing-masing sudah diwanti-wanti. Tiap pasang hanya berhak ( duh, bahasanya ) membawa 1 tas untuk semua alat camping, 1 tas untuk pakaian, 1 backpack karena kita backapaker jd kudu bawa backpack, hahahha kagak ding… LOL pokoknya 1 tas buat isi duit/dokumen/topi dll. Itu semua tidak boleh ada tas model koper yang keras, yang gak bisa di tekan. Sedang barang ‘milik’ bersama adalah air putih dalam kemasan, aneka menu sarapan seperti roti/kopi/teh/buah/biskuit serta aneka snack atau camilan. Kecuali Fotografer, jadi berhak nenteng 1 tas lagi isi kamera, hahaha… tidak boleh ada yang komplain “mentang-mentang fotografer”. Awas ya! Haha.Namanya bukan packpaker kalo bawaannya segambreng kayak mau bedol desa. Light Travel is the best.

Patungan bayar sewa mobil atau Van kalo orang nya kisaran 6-8 orang adalah pilihan yang tepat. Sewa mobil + bensin + gantian nyetir + ongkos dibagi beramai-ramai = Bisa menjangkau lokasi-lokasi lebih jauh, stop dimana saja dan kapan saja semau kita. Di mobilpun tidak terlalu membosankan karena bisa ngobrol sana sini.

Faktor penghematan cukup besar berikutnya adalah di makanan. Jauh-jauh sebelum berangkat saya sudah bilang sama suami. Perjalanan kali ini bukan untuk menyenangkan lidah dan perut tapi untuk menyenangkan mata. Statement ini disambut dengan jabatan tangan tanda DEAL. Secara ya, berdua doyan makan. Jadi harus ada kesepakatan sehingga tidak sampai terjadi kanibalism, LOL. Ujung-ujungnya sih kami gak hemat-hemat banget dimakanan, selain tidak bawa kompor portable dan sudah merasa cukup hemat karena sarapan ala kadar tiap hari, jadinya untuk makan siang dan makan malam kami agak longgarkan walau tetap kalo ada pilihan lebih murah kami pilih yang termurah. Kecuali tidak ada pilihan lain atau tidak kuat menahan godaan atau karena ingin ending yang membahagiakan lidah di akhir perjalanan. Woii YuTan… saruah kabeh, banyak kali alasanmu biar makan nyaman! Waahahaha… lagian, soal makanan ngomongnya ke saya :p Saya kan punya prinsip, apa yang dipakai boleh ala kadarnya, tapi kalo makan dan jalan mengapa harus cheap? selama bisa enjoy ya enjoy lah. Buat apa jadi toko mas berjalan tapi ini itu belum pernah coba dan di pergiin, bagi saya itu ngenas, tapi kalo bagi kamu sebaliknya, it’s okay, it’s free country. Hehe.

Hanya tiga bagian tersebut bisa kamu kontrol. Sedang yang lain-lain tidak ada pilihan lain selain bayar sesuai permintaan jika ingin menikmatinya. Jika pergi bersama teman ada baiknya didiskusikan mana yang mau di skip mana yang kudu. Yang mana semua-semua itu kudu keluar ongkos lagi perorang yang nilainya cukup mahal. Ambil contoh naik Gondola ke atas gunung di daerah Jasper $30an/ orang. Sepasang sudah kena $65. Apa jadinya kalo ada yang mau ada yang nggak mau. Lagi-lagi dengan siapa anda bepergian sangatlah penting. Jangan sampai salah pilih teman perjalanan. Acapkali ada yang terpaksa tidak mengikutkan atau tidak ajak si A si B bukan karena jahat tapi karena pertimbangan seperti ini. Jangan sampai ada saling nggak enak sehingga salah satu pihak kecewa dan yang lain feeling quilty. Tentu kita perlu berupaya ‘menjual’ destination/atraksi tersebut sehingga teman seperjalanan pun merasa tertarik dan ingin mencoba.

Ongkos motor mambur pun tidak bisa menolong banyak. Apalagi yang perginya mendadak. Eh, masih ada satu lagi YuTan yang bisa bikin penghematan. Pemilihan waktu jalan-jalannya, kalo peak season pasti lebih mahal. Betul betul *manggut-manggut*  tapiiiii…. ini kita bicara kemana dulu. Kalo didaerah tropis ya kapanpun dimanapun cuma jumpa terik atau hujan. Kalo ke Rocky MOuntains gak bisa neng atau pilihannya terbatas. Waktunya cuma antara Summer atau Winter. Kan masih ada Spring sama Fall YuTan, gimana sih kau? mau bodoh-bodohi kami ya? Duh, sabar… jangan esmosi dulu dong… sini, tak kasih tau ya… ada banyak lokasi/atraksi di National Park itu yang cuma beroperasi di kala Summer atau Winter doang. Nah kalo sampeyan hobbynya bukan main ski atau olahraga salju lainnya atau anggaplah mau motret suasana winter disana, pilihanmu tuh cuma di musim panas. Dimana semua lokasi dan atraksi dibuka full dengan waktu lebih lama dan almost everyday. Kecuali ada suatu hal misal resiko longsor di sebuah lokasi maka lake didekat daerah sana akan tutup. Apalagi kalo ngetenda om tante… banyak campground tutup kalo belum masuk summer atau paling sedikit diawal summer or akhir Spring. Apa harganya jadi lebih murah? nggak juga setahu saya, kalo pun ada juga gak banyak-banyak amat untuk kelas camping ( kalo hotel mungkin cukup signifikan ) yang ada juga memang jadi lebih gampang ngebook campground. Puas? lanjut lagi ya… 🙂

Okay balik lagi ke ittenary. Dari sekian banyak sumber yang saya ketemukan di internet hampir tidak ada yang menjelaskan secara rinci perjalanan mereka secara backpacker. Alhasil kudu ngintip-ngintip ittenarynya tur travel, lumayan jadi dapat gambaran. Google map juga kudu dibuka bolak balik. Ibarat mau memperbaiki komputer yang rusak, maka perlu kanibalism, comot sana comot sini sehingga tercipta sebuah jadwal perjalanan yang khusus dibuat sesuai dengan keinginan dan kemampuan, baik dari sisi waktu dan dana demi hasil yang maksimal.

Perjalanan kami di mulai dari Calgary (Pusat kotanya Alberta) dilanjutkan ke Canmore, Banff dan terus naik ke Jasper. Agak sulit untuk nyasar dalam rute ini karena praktis hanya ada satu jalan besar/utama menuju keatas, yakni lewat Icefield Parkway. Setelah sampai di Jasper turun lagi dengan rute yang sama ke Calgary. Selama dalam perjalanan itulah kami menginap dan mengunjungi tempat-tempat wisata. Cerita lebih lanjut mengenai nama lokasi, rute, harga beserta tip dan triknya akan saya ceritakan pada part lain ketika sudah masuk ke bagian perjalanan ke Rocky Mountains ini, harap bersabar.

Sebelum mata anda berair, apa sudah?, saya akan stop sampai disini dan lanjut cerita mengenai wisata ke Vancouver pd bagian ke dua dengan judul yang sama beberapa hari mendatang. Saya akhiri part 1 ini dengan sebuah foto pendangan dari atas pesawat.

Rocky Mountains terlihat dari atas pesawat perjalanan dari Vancouver ke Calgary

YuTan